BONTANG, Pranala.co – Kota Bontang di Kalimantan Timur (Kaltim) tak hanya dikenal sebagai kota industri dan energi, tetapi juga memiliki keunggulan geografis yang menjadikannya strategis dalam peta pembangunan regional maupun nasional.
Terletak di jalur trans-Kalimantan dan berbatasan langsung dengan Selat Makassar, kota ini punya potensi besar dalam memperkuat konektivitas antarwilayah.
Secara geografis, Kota Bontang berada di koordinat 117°23’ hingga 117°38’ Bujur Timur dan 0°01’ sampai 0°12’ Lintang Utara. Wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Kutai Timur di utara dan barat, Kabupaten Kutai Kartanegara di selatan, serta Selat Makassar di sebelah timur.
Letak ini membuat Bontang punya akses darat dan laut yang memadai, termasuk peluang besar dalam sektor perdagangan, logistik, hingga kelautan dan perikanan.
Dulunya, Bontang hanyalah kota administratif di bawah Kabupaten Kutai. Namun sejak terbitnya Undang-Undang No. 47 Tahun 1999, status Bontang naik menjadi daerah otonom, berdiri sejajar dengan Kutai Timur, Kutai Barat, dan Kutai Kartanegara. Luas wilayahnya kini tercatat sebesar 161,88 km².
Setelah diberlakukannya Peraturan Daerah No. 17 Tahun 2002, Bontang terbagi menjadi tiga kecamatan: Bontang Selatan, Bontang Utara, dan Bontang Barat. Kecamatan Bontang Selatan menjadi wilayah terluas, mencapai 110,91 km², disusul Bontang Utara (33,03 km²) dan Bontang Barat (17,94 km²).
Iklim Tropis Khas Khatulistiwa
Berada di garis khatulistiwa, Bontang memiliki iklim tropis dengan dua musim utama: kemarau dan penghujan. Kota ini juga dipengaruhi angin muson, yakni Muson Barat (November–April) dan Muson Timur (Mei–Oktober), yang turut menentukan pola cuaca dan intensitas hujan tahunan.
Menariknya, Kota Bontang memiliki empat stasiun pengamatan cuaca aktif: Bontang Lestari, Tanjung Laut, Gunung Elai, dan Gunung Telihan.
Data terbaru menunjukkan bahwa curah hujan tertinggi tercatat di Gunung Telihan pada bulan Mei, mencapai 373 mm³. Sementara itu, rekor hari hujan terbanyak juga terjadi di Gunung Telihan pada Februari, dengan 24 hari hujan dalam sebulan.
Sayangnya, data cuaca dari stasiun Bontang Lestari untuk sementara tidak tersedia karena alat pengamatan mengalami kerusakan.
Peluang dan Tantangan ke Depan
Letak strategis dan iklim tropis yang stabil memberi Bontang keunggulan dalam berbagai sektor, mulai dari perikanan, pertanian, hingga pengembangan industri hijau. Namun tantangan ke depan juga tak ringan, terutama terkait adaptasi terhadap perubahan iklim dan kesiapan infrastruktur.
Dengan keunggulan yang dimilikinya, Bontang punya modal kuat untuk terus tumbuh sebagai kota strategis yang bukan hanya menopang ekonomi Kalimantan Timur, tetapi juga berkontribusi penting bagi Indonesia secara keseluruhan. [BPS 2025]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















