Pranala.co, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan sembilan strategi khusus untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah ini sejalan dengan target nasional yang menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada 2029.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Kutim, Noviari Noor, menyebut strategi ini akan dijalankan oleh tim percepatan pertumbuhan ekonomi yang baru dibentuk.
“Kami sudah membentuk tim percepatan. Ada sembilan langkah konkret yang akan dijalankan untuk mendongkrak ekonomi Kutim,” ujarnya di Sangatta, Kamis (25/9).
Strategi yang dimaksud meliputi: Mengawal realisasi APBD secara cepat dan tepat; Mempercepat investasi daerah; Mempercepat realisasi proyek infrastruktur pemerintah; Menjaga kestabilan harga barang pokok lewat pemantauan inflasi.
Selain itu, mengawasi pencegahan praktik ekspor dan impor ilegal; Memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat; Menguatkan potensi usaha lokal; Mempermudah proses perizinan usaha; dan Meningkatkan produktivitas pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan sesuai potensi daerah.
“Kesembilan langkah ini harus jadi fokus bersama antara tim percepatan dan seluruh perangkat daerah. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi bisa lebih cepat,” tegas Noviari.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kutim, pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 mencapai 9,82 persen. Namun, produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita masih berada di angka 6,75 persen.
Meski begitu, capaian ini lebih tinggi dibanding angka pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,12 persen pada triwulan II tahun 2025.
Noviari menekankan, langkah yang diambil Kutim juga berkontribusi terhadap pencapaian target nasional. “Secara nasional, targetnya 8 persen hingga 2029. Jadi setiap daerah harus ikut berkontribusi, baik dari sisi makro maupun mikro,” jelasnya.
Ke depan, Pemkab Kutim memastikan percepatan pertumbuhan ekonomi akan terus digencarkan dengan melibatkan semua pihak, mulai dari perangkat daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat.
“Kuncinya kolaborasi. Kalau semua bergerak bersama, percepatan ekonomi bisa kita wujudkan,” ucap Noviari. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















