Kaltim Masuk 8 Provinsi Pantauan Pusat soal Covid-19

Ilustrasi Covid-19. (Kumparan)

PRANALA.CO, Samarinda – Sebaran pandemik virus corona atau COVID-19 di Kalimantan Timur masih tinggi. Meski, tingkat kesembuhan mulai stabil di kisaran 75 persen. Hal ini tak lepas dari kasus harian yang masih banyak terkonfirmasi positif virus corona.

Per Jumat, 30 Oktober 2020, Satgas COVID-19 Kaltim melaporkan tambahan 208 kasus terkonfirmasi positif virus corona hingga pukul 12.00 Wita. Terdiri dari Berau 12 kasus, Kutai Barat 3 kasus, Kutai Kartanegara 35 kasus, Kutai Timur 9 kasus, Paser 2 kasus, Penajam Paser Utara 3 kasus, Balikpapan 31 kasus, Bontang 5 kasus, dan Samarinda 108 kasus.

“Dengan tambahan itu, angka akumulatif kasus positif COVID-19 di Kaltim bertambah jadi 13.770 orang. Atau sebanyak 370 kasus per 100 ribu penduduk,” ujar Yudha Pranoto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim dalam rilis hariannya, Jumat petang.

Sementara tingkat kesembuhan saat ini 76,6 persen, kembali meningkat dari sehari sebelumnya dilaporkan 75,7 persen. Bertambahnya persentase kesembuhan di Kaltim, tak lepas dari tambahan pasien sembuh pada Jumat ini mencapai 275 orang, 67 lebih banyak dari kasus terkonfirmasi positif pada hari yang sama.

Kesembuhan terbanyak berasal dari Samarinda 138 kasus, diikuti Kutai Kartanegara 55 kasus, Balikpapan 30 kasus, Bontang 25 kasus, Kutai Barat 15 kasus, Berau dan Kutai Timur masing-masing 5 kasus, Paser 4 kasus, dan Penajam Paser Utara 1 kasus.

Sedangkan kasus meninggal dunia kembali dilaporkan bertambah 5 orang. Terdiri dari pasien COVID-19 di Bontang 1 kasus, Kutai Kartanegara 2 kasus, Kutai Timur 1 kasus, dan Balikpapan 1 kasus.

“Dengan demikian total kematian positif COVID-19 di Kaltim hingga saat ini mencapai 471 kasus atau 3,4 persen dari total kasus terkonfirmasi positif,” urainya.

Meski demikian jumlah kasus aktif atau kasus positif masih menjalani isolasi di Kaltim hingga saat ini dilaporkan sebanyak 2757 orang. Berkurang 72 kasus dibanding hari sebelumnya. Dilansir dari rilis resmi Pemprov Kaltim, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menyatakan, hingga saat ini di Kaltim masih terjadi penyebaran dan penularan COVID-19. Bersamaan provinsi lainnya. Karena itu, masyarakat tetap waspada.

“Saat ini ada delapan provinsi di Indonesia dalam perhatian pemerintah pusat karena kasus COVID-19 yang masih cukup tinggi. Satu di antaranya adalah Kaltim,” katanya.

Dia juga menambahkan, itu sebab pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak sehingga bisa bersama-sama mencegah penyebaran dan penularan virus corona. Salah satu langkah dikemukakan Pemprov Kaltim menekan tingkat sebaran COVID-19, dengan memperkuat  akurasi data.

“Demikian juga pemanfaatan laboratorium PCR hingga kesiapan tempat isolasi,” ujarnya.

 

 

[red]

More Stories
65 Ribu Keluarga di Kaltim bakal Dapat Beras 15 Kilogram per Bulan