Jembatan Pulau Balang bakal Rampung, Balikpapan-Penajam Ditempuh Hanya 1 Jam

Jembatan Pulau Balang segera terkoneksi tinggal pekerjaan segmen main closure 6 meter tengah jembatan (istimewa)

PRANALA.CO, Penajam – Pembangunan Jembatan Pulau Balang di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, sudah mencapai 92 persen dan ditargetkan tersambung akhir bulan ini. Namun, pembangunan jalan pendekat di sisi Balikpapan masih perlu melalui banyak proses.

“10 hari lagi tahap pembangunan jembatan Pulau Balang sepanjang 804 meter dijadwalkan all connected,” ujar Kabag Pembanguan Setkab PPU, Nikco Herlambang, Jumat (23/10/2020) menukil idntimes.

Meski demikian masih ada kendala akses jalan di sisi darat Balikpapan dengan panjang kurang lebih 14 km. Saat ini, kata dia, pekerjaan sisa segmen main closure 6 meter yang berada persis di tengah jembatan Pulau Balang dan kini terus dimaksimalkan pekerjaannya oleh PT Hutama Karya (Persero) selaku kontraktor yang melakukan Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. dan PT Bangun Cipta Konstruksi.

“Kini pekerjaan jembatan itu tinggal penyambungan segmen main closure ukuran enam meter tempat di tengah jembatan, jika pekerjaan itu telah rampung maka jembatan telah terkonesi antara sisi PPU dengan sisi Balikpapan. Tetapi sayang untuk akses jalan darat  arah Balikpapan hingga kini belum tuntas,” sebut Nikco.

Mengutip situs Kementerian PUPR, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sampaikan bahwa kehadiran Jembatan Pulau Balang akan memperlancar konektivitas antara Samarinda, Balikpapan dengan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Selain itu Jembatan Pulau Balang II juga akan meningkatkan konektivitas pada Lintas Selatan Kalimantan sebagai jalur utama angkutan logistik karena jarak dan waktu tempuh menjadi lebih singkat.

Saat ini, kendaraan dari Balikpapan menuju Penajam dan selanjutnya ke Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan dan kota lainnya, harus memutar dengan jarak sekitar 100 km dengan waktu tempuh sekitar 5 jam.

Dengan adanya jembatan tersebut, nantinya jarak akan menjadi lebih pendek menjadi hanya sekitar 30 km dan perjalanan dapat disingkat hanya dalam waktu satu jam. Rincian satu jam itu, jika dilakukan rute tempuh dari Balikpapan-Kariangau-Jembatan Pulau Balang-Simpang Gersik-Penajam.

Selain sebagai penghubung jaringan jalan poros selatan Kalimantan, jembatan ini juga mendukung rencana pengembangan pelabuhan peti kemas dan kawasan industri Kariangau.

Konstruksi jembatan tipe cable stayed ini terdiri dari bentang utama sepanjang 804 meter, jembatan pendekat sepanjang 167 meter, dan jalan akses sepanjang 1.807 meter. Biaya pembangunan jembatan adalah Rp 1,38 triliun.

Lalu, jembatan juga dilengkapi teknologi structural health monitoring system (SHMS) berupa sensor yang berfungsi untuk memantau kondisi kesehatan konstruksi jembatan. Pusat pemantauan tersebut saat ini sedang dibangun di bawah Jembatan Pulau Balang.

Sensor seperti ini sudah diaplikasikan pada empat jembatan lainnya di Indonesia, yakni di Jembatan Suramadu, Jembatan Ir. Soekarno di Manado, Jembatan Merah Putih Ambon, dan Jembatan Musi IV Palembang

Tambahan informasi,  jembatan Pulau Balang sumber dananya pembangunan adalah SBSN atau Surat Berharga Syariah Negara atau Sukuk Negara tahun 2015-2021, dengan pagu anggaran sebesar Rp1.391.042.000.000 dan nilai kontrak addendum 10 sebesar Rp1.386.656.767.000 sementara waktu pemeliharaan yang disepakati selama 1.825 hari.

Panjang jembatan ini adalah 804 meter dengan lebar 22,4 meter dibagi empat lajur, sementara tinggi pylon 117,5 meter dan jenis bangunan atas berupa cable stayed (kabel tetap). Sementara clearance dari permukaan air laut jembatan ini mencapai 28,4 meter.

Peresmian proyek itu dilakukan pada 19 November 2015 lalu. Saat itu, ada beberapa proyek strategis yang diresmikan Jokowi, diantaranya groundbreaking Bentang Panjang Jembatan Pulau Balang, groundbreaking pembangunan kereta api Borneo, groundbreaking National Marine Science and Technopark, groundbreaking Pelabuhan Benoa Taka di Kabupaten Penajam Paser Utara, serta groundbreaking proyek lanjutan Tol Balikpapan-Samarinda.

 

 

[fr]

More Stories
Peminat Ganja di Kalangan Mahasiswa Samarinda Tinggi