Jembatan Mahkota 2 Samarinda bakal Ditutup Sementara

  • Whatsapp
Longsoran tanah yang terjadi di sekitar Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) 2 Samarinda, Kalimantan Timur Minggu siang, 25 April 2021.

SAMARINDA – Peristiwa abrasi tanah di sekitar tiang Jembantan Mahkota 2, Teluk Bajau, Palaran Samarinda, Kalimantan Timur menyebabkan adanya rencana penutupan sementara jembatan.

Tim konsultan yang ditunjuk oleh pemerintah akan melakukan pengukuran kemiringan akibat abras yang terjadi Minggu iang 25 April 2021. Pengukuran dilakukan untuk memastikan jembatan yang dibangun 20 tahun yang lalu ini masih berfungsi layak.

Bacaan Lainnya

Pemeriksaan tiang pondasi akan berlangsung Senin 26 April 2021 oleh Tim Konsultan. Tim Konsultan rencananya akan mengukur tingkat kemiringan yang terjadi akibat abrasi yang terjadi.

Konsultan Jembatan Mahkota 2 Samarinda, Taufik Renaldi mengatakan, kejadian longsoran di sekitar tiang pancang jembatan merupakan kejadian langka. Taufik Renaldi menegaskan, peristiwa longsoran seperti itu harusnya tidak terjadi di samping Jembatan Mahkota 2.

Akibat kejadian ini, pemerintah harus kembali melakukan fisik jembatan secara keseluruhan untuk melihat kekuatan Jembatan Mahkota 2 Samarinda.

Menurut Taufik Renaldi, dampak dari adanya pemeriksaan tersebut, Jembatan Mahkota 2 Samarinda akan ditutup sementara.

”Sementara ini, besok akan kita ukur. Februari kemarin ada ukur. Kondisinya bagus. Besok kita ukur lagi. Kalau tidak bagus, mau tidak mau kita tutup agar tidak menjadi heboh,” ujar Taufik Renaldi, Minggu 25 April 2021.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Samarinda, Hero Mardanus Setyawan mengatakan, saat ini di sekitar Jembatan Mahkota 2 Samarinda sedang berlangsung proyek pembangunan IPA PDAM Kalhold.

Dalam kasus abrasi atau longsoran tanah di tepi Sungai Mahakam tersebut, Hero Mardanus Setyawan menduga telah terjadi kesalahan prosedur pengerjaan yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana IPA Perumdam tersebut.

Kontraktor pelaksana proyek tersebut adalah perusahaan BUMN, yaitu PT Nindya. IPA Kalhold itu beranggaran dari APBN.

”Seharusnya kontraktor membuat dulu tiang pancangnya sebelum melakukan pengerukan untuk penahannya. Kalau tidak ada penahannya, kayak gini. Ikut semua longsor,” ujar Hero Mardanus Setyawan saat dikonfirmasi Minggu, 25 April 2021.

Perwakilan PT Nindya selaku kontraktor pelaksana proyek IPA Kalhold Perumdam Tirta Kencana Samarinda mengaku pihaknya telah melakukan pekerjaan sesuai prosedur dan pedoman.

Menurut perwakilan perusahaan yang enggan disebutkan namanya tersebut, pihaknya saat ini sedang melakukan pekerjaan pembangunan tempat pengelolaan debu.

”Ini hanya melakukan metode dalam pelaksanaan. Sehingga dalam pelaksanaan nanti tinggal diamankan. Kita mancang di depannya,” ujarnya.

Pos terkait