Enam Spesies Hewan di Kalimantan Timur Nyaris Punah

  • Whatsapp

PRANALA.CO, Bontang – Kalimantan Timur adalah wilayah geografis (provinsi) di Indonesia yang sangat kaya dengan alam dan hasil buminya. Berbagai macam jenis flora dan fauna ada di wilayah seluas lebih dari 125 ribu kilometer persegi tersebut.

Namun, sayangnya, keberadaan dari beberapa spesies di Kalimantan Timur sudah dalam keadaan yang memprihatinkan. Saat ini, bahkan populasi mereka sudah terancam hilang dari muka Bumi. Nah, hewan apa saja yang merupakan spesies endemik Kalimantan Timur dan terancam punah? Yuk, disimak!

Bacaan Lainnya

1. Macan dahan

Apakah kamu pernah melihat kucing besar seperti gambar di atas? Bahkan, penulis yang sudah menetap di Kalimantan Timur selama 30 tahun tidak pernah melihat keberadaan macan dahan di alam liar. Bukan tanpa sebab, pasalnya, spesies dengan nama ilmiah Neofelis diardi borneensis tersebut memang sangat langka.

Populasinya hampir tidak pernah terlihat lagi di alam liar Kalimantan Timur secara umum. Oh ya, macan dahan Kalimantan juga berkerabat dekat dengan macan dahan yang dulunya ada di Sumatra, dicatat dalam laman Science Direct. Di dunia, hanya tersisa dua jenis spesies macan dahan, yakni Neofelis diardi Kalimantan Timur dan Neofelis nebulosa yang mendiami semenanjung Thailand dan beberapa zona Asia Tenggara.

Jumlah macan dahan Kalimantan Timur sendiri tidak diketahui dengan pasti. Namun, ilmuwan dan ahli satwa memperkirakan bahwa jumlahnya tidak sampai 5 ribu ekor dan terus mengalami penurunan populasi akibat rusaknya hutan. Pada 2008, Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam Internasional (IUCN) memasukkan macan dahan Kalimantan Timur sebagai satwa yang terancam punah.

2. Bekantan

Bekantan atau Nasalis larvatus adalah spesies mamalia yang tergabung dalam kelompok primata dan memiliki habitat di Pulau Kalimantan. Di wilayah Kalimantan Timur, spesies bekantan mendiami wilayah Sungai Hitam di wilayah Samboja, Kutai Kartanegara. Bekantan juga dijuluki monyet berhidung panjang karena memang hidungnya terlihat unik.

Keberadaan bekantan juga sangat memprihatinkan akibat perburuan liar, penebangan hutan, dan perusakan habitat alam liar. Itu sebabnya, spesies bekantan menjadi salah satu spesies hewan yang sangat dilindungi oleh pemerintah Indonesia, bahkan oleh IUCN.

Yang membuat sedih adalah jumlah bekantan yang benar-benar sangat sedikit di alam liar. Menurut data yang ditulis dalam laman Cambridge, jumlah populasi bekantan di alam liar yang hidup mandiri hanya sekitar 300 ekor. Bekantan merupakan spesies yang rentan stres, bahkan mereka bisa mengalami kematian mendadak meskipun sedang berada di tempat penangkaran.

3. Burung enggang kalimantan

Burung enggang (rangkong) atau Buceros rhinoceros borneoensis adalah spesies burung khas dari pulau Kalimantan, terutama Kalimantan Timur. Spesies yang sanggup hidup selama 35 tahun ini sebetulnya sudah lama masuk ke dalam daftar hewan dilindungi. Saat ini, populasinya mengalami sedikit peningkatan, tapi masih belum seperti yang diharapkan.

Laman Rangkong Indonesia mencatat bahwa enggang termasuk burung yang cukup besar dengan ukuran panjang tubuh mencapai 90 cm. Oh ya, bagi suku Dayak, burung enggang merupakan burung yang menjadi simbol kepemimpinan dan memiliki filosofi luhur.

Kerusakan habitat, perburuan liar, dan hilangnya hutan di Kalimantan menjadi beberapa faktor yang menyebabkan burung enggang nyaris punah. Kemampuan reproduksi burung enggang juga cukup rendah. Itu sebabnya, keberadaan burung ini wajib dilindungi dan dijaga supaya tetap lestari.

4. Orang utan

Sudah umum diketahui bahwa orang utan adalah salah satu spesies yang terancam akibat rusaknya habitat mereka. Keberadaan hutan di Kalimantan Timur yang semakin menipis membuat populasi orang utan Kalimantan juga semakin menurun dari tahun ke tahun. Menurut data dari World Wildlife (WWF), habitat orang utan di Kalimantan telah berkurang 55 persen selama 20 tahun terakhir.

Bahkan, rusaknya habitat tersebut juga berdampak dengan penurunan populasi sebanyak 50 persen dalam 60 tahun terakhir. Jika tidak ada langkah serius dalam menangani hal ini, diperkirakan orang utan akan punah di waktu yang akan datang. Di antara semua spesies yang ada di dunia, orang utan Kalimantan Timur memiliki ciri fisik yang paling kecil dan sayangnya juga paling rentan terhadap stres.

Saat ini, sudah ada beberapa konservasi alam yang dibentuk khusus untuk menjaga dan melestarikan populasi orang utan. Meskipun begitu, kerusakan hutan yang sangat masif masih menjadi penyebab utama hilangnya keberadaan orang utan di alam liar Kalimantan.

5. Beruang madu

Beruang madu adalah spesies hewan yang dijadikan maskot Kota Balikpapan. Namun, sayangnya, jumlah populasi beruang madu di alam liar tidak begitu menggembirakan. Laman Bear Conservation menulis bahwa beruang madu juga masuk ke dalam daftar merah IUCN, yang artinya termasuk hewan yang sangat terancam punah.

Itu sebabnya, keberadaan beruang madu juga dilindungi oleh undang-undang dan bagi siapa saja yang melakukan perburuan liar akan dikenakan hukuman yang berat. Beruang yang sanggup hidup selama 24 tahun ini memiliki sifat nokturnal, yakni aktif mencari makan di malam hari.

Habitat utamanya adalah hutan dengan pohon-pohon ukuran sedang yang tumbuh di pedalaman Kalimantan. Tingkat reproduksi beruang madu dinilai rendah, bahkan ada beruang madu dewasa yang hanya melahirkan sekali selama hidupnya. Biasanya, bayi beruang madu akan bersama induknya selama 18 bulan.

6. Pesut Mahakam

Pesut mahakam atau Irrawaddy dolphin adalah mamalia air yang juga sering disebut lumba-lumba air tawar. Spesies bernama ilmiah Orcaella brevirostris ini termasuk salah satu spesies yang nyaris tidak ditemukan lagi di alam liar akibat populasinya yang sudah sangat sedikit.

World Wildlife (WWF) dalam lamannya mencatat bahwa pesut mahakam merupakan kerabat dari pesut sungai di Asia Tenggara, misalnya lumba-lumba myanmar dan lumba-lumba Sungai Mekong, Kamboja. Di Indonesia, satu-satunya habitat dari mamalia langka ini ada di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Salah satu penyebab utama dari penurunan populasi pesut mahakam adalah rusaknya habitat yang disebabkan oleh polusi sungai. Berbagai macam limbah dan bahkan jaring liar telah membunuh banyak pesut dari tahun ke tahun. Jumlahnya di alam liar diperkirakan hanya puluhan sampai ratusan ekor saja.

Itulah beberapa spesies hewan yang ada di Kalimantan Timur yang statusnya sangat terancam punah. Kerusakan alam akibat ulah manusia telah menjadi bencana bagi habitat dari hewan-hewan tersebut. Yuk, kita lebih peduli terhadap kelestarian mereka di alam liar. [red]

Pos terkait