BONTANG – Kota Bontang dikenal dengan hasil lautnya yang melimpah. Ikan dan hasil tangkapan nelayan tak hanya mencukupi warga lokal, tapi juga dikirim ke daerah tetangga, termasuk Kutai Timur.
Namun di balik kekayaan laut itu, angka stunting justru masih tinggi. Data Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang mencatat, ada 1.219 balita stunting dan 65 ibu hamil berisiko.
Ironinya, kasus paling banyak justru ditemukan di daerah pesisir.
“Yang cukup menggelitik, wilayah pesisir yang mestinya mudah mendapatkan protein dari ikan, justru menyumbang angka stunting terbesar,” ungkap Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe, Kamis (21/8/2025).
Kelurahan Lok Tuan tercatat paling tinggi dengan 213 balita stunting dan 4 ibu hamil berisiko. Disusul Tanjung Laut dengan 113 balita dan 5 ibu hamil.
Wilayah lain juga mencatat angka mengkhawatirkan. Tanjung Laut Indah ada 124 balita dan 6 bumil. Berbas Tengah 92 balita dan 4 bumil. Api-Api 77 balita dan 11 bumil.
Melihat kondisi ini, Diskes Bontang meluncurkan Dapur Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Loktuan dan Tanjung Laut.
Melalui program ini, balita dan ibu hamil mendapat asupan gizi seimbang yang diolah sesuai kebutuhan.
Hasil awal cukup menjanjikan. “Selama sebulan berjalan, ada peningkatan berat badan pada balita penerima PMT. Kalau program ini berlanjut hingga 58 hari, hasilnya akan lebih jelas,” kata Bahtiar.
Stunting ternyata tidak hanya disebabkan keterbatasan pangan. Pola asuh dan pemahaman gizi keluarga juga berperan besar.
Karena itu, Pemkot Bontang menggandeng Fakultas Kedokteran UMKT. Salah satu pakar yang dihadirkan adalah Prof. Razak Taha.
“Intervensi bukan hanya memberi makanan bergizi, tapi juga membangun kesadaran orang tua tentang pentingnya pola makan sehat sejak masa kehamilan,” ujarnya.
Kasus stunting di pesisir Bontang menjadi pengingat penting. Kekayaan laut tidak otomatis menjamin kesehatan gizi masyarakat.
Perlu kesadaran, edukasi, dan perubahan kebiasaan dalam mengolah serta mengonsumsi makanan.
Dengan dapur PMT, kolaborasi tenaga kesehatan, dan dukungan akademisi, Pemkot Bontang berharap generasi mendatang bisa tumbuh lebih sehat. (FR)








