Ini Alasan BEM Universitas Trunajaya Gelar Demonstrasi di Kampus

Tangkapan layar video seorang dekan Trunajaya berusaha memukul kayu para pendemo.

pranala.co – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Trunajaya (BEM UNTRU) menggelar aksi unjuk rasa di kampus mereka, Selasa (28/9). Aksi tersebut dalam rangka pemenuhan hak-hak mahasiswa yang belum mereka dapatkan.

Presiden BEM UNTRU Yusril Ihza Mahendra dalam keterangannya menjelaskan bahwa aksi yang mereka lakukan merupakan tindak lanjut dari proses-proses yang sudah mereka lewati sebelumnya.

“Kami hanya meminta tanda tangan rektor sebagai bentuk komitmennya selaku penanggung jawab terkait problem kampus, agar kami bisa sampaikan kepada mahasiswa lainnya,” kata Yusril melalui sambungan telpon.

Yusril mengungkapkan bahwa persoalan yang mereka alami cukup pelik, karena tidak hanya antara mahasiswa dan pihak kampus, namun juga masalah Dosen dengan pihak yayasan.

“Sampai saat ini, gaji dosen juga belum dibayarkan. Tentu itu berdampak ke aktifitas belajar/mengajar. Jadi, kami meminta hak kami selaku mahasiswa yang sudah menunaikan kewajiban kami, namun tidak kunjung mendapatkan hak,” jelasnya.

Sebelumnya, pihak BEM UNTRU diketahui telah bersurat ke Rektor terkait masalah yang menimpa mereka. Surat yang dikirim tanggal 13 September 2021 tersebut berisikan empat poin tuntutan.

Pertama, perihal Kartu Hasil Studi (KHS) dan Kartu Rencana Studi (KRS) untuk mahasiswa semester III, V dan VII. Untuk diketahui, kedua kartu tersebut tak kunjung diterima oleh mahasiswa, padahal kegiatan perkuliahan akan dimulai pada tanggal 20 September 2021.

Kedua, terkait penundaan yudisium. Sebelumnya, telah beredar surat edaran penundaan pelaksaan yudisium tahun 2021. Menurut mahasiswa, hal itu sangat merugikan mereka. Selanjutnya, mahasiswa meminta agar yudisium bisa dilaksanakan tanggal 30 September 2021 mendatang.

Ketiga, permintaan atribut dan kelengkapan mahasiswa. Mencakup Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), Almamater, Kaos, Kartu Perpustakaan, dan kelengkapan lain yang dianggap perlu dan ditujukan kepada mahasiswa semester III, serta bagi yang belum mendapatkan.

Terakhir mengenai pemenuhan sarana dan prasarana perkuliahan. Terkait kuliah daring, Zoom Meeting, paket data dan hal penunjang lainnya.

Pihak kampus tidak tinggal diam. Surat balasan pun dibuat per tanggal 20 September 2021 ditandatangani Bilher Hutahaean selaku rektor Universitas Trunajaya. Dalam surat balasannya, Universitas Trunajaya mencantumkan lima poin klarifikasi.

Pertama, untuk Kartu Rencana Studi (KRS) masih menunggu Dekan masing-masing fakultas untuk bertanda tangan. Selanjutnya, diserahkan ke Biro Administrasi masing-masing fakultas untuk dibagikan.

Kedua, Mengenai Kartu Hasil Studi (KHS) pihak rektorat menyebut kendala tersebut dikarenakan sebagian dosen belum menyetorkan nilai ke dekan fakultas masing-masing.

Ketiga, terkait yudisium tahun ini, rektor berjanji akan digelar sebelum tanggal 30 September 2021.

Keempat, mengenai atribut saat ini tengah dikerjakan di Jakarta.

Kelima, perihal bantuan kuliah daring, menurut rektor saat ini telah ada bantuan kuota internet dari kemendikbud selama tiga bulan. Rektor selanjutnya meminta agar BEM UNTRU memfasilitasi mahasiswa untuk mendaftarkan Bito Administrasi Universitas Trunajaya.

Hingga aksi berakhir, pemintaan tandatangan rektor tak juga didapatkan. Selain itu, aksi kekerasan yang dilakukan oleh Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Trunajaya kepada peserta aksi kemudian berbuntut panjang. Saat ini, beberapa mahasiswa yang menjadi korban tengah melakukan visum guna keperluan laporan di Polres Bontang. **

 

 

Penulis: Romi Ali Darmawan

More Stories
OTT KPK, Rumah Dinas Bupati PPU Disegel