Bubarkan Mahasiswa Pakai Kayu, Dosen: Tak Penting Diketahui Wartawan

Tangkapan layar video seorang dekan Trunajaya berusaha memukul kayu para pendemo.

pranala.co – Aksi mahasiswa Universitas Trunajaya, Bontang yang dibubarkan dekan menggunakan kayu menjadi perhatian. Untuk kepentingan konfirmasi, media ini mencoba menghubungi oknum yang diduga merupakan dekan yang ada dalam video yang beredar. 

Nomor telepon tersebut didapat dari mahasiswa, yang identitasnya kami rahasiakan. Selasa (28/9) pukul 19.25 Wita, wartawan media ini menelpon nomor H inisial dari oknum dekan tersebut. 

Setelah memperkenalkan diri, wartawan mencoba mengkonfirmasi duduk perkara dari aksi yang dilakukan oleh mahasiswa. Namun, H justru mengatakan bahwa hal itu tidak penting diketahui oleh wartawan. Bahkan ia mengklaim video dan foto yang tersebar ilegal. 

“Tidak penting diketahui wartawan. Itu semua ilegal itu, yang ngambil-ngambil foto dan video saya itu ilegal itu,” katanya.

H juga mengancam akan memakai hukum untuk orang-orang yang mengambil foto dan videonya. “Jadi enggak usah dicampurin,” tegasnya lagi. 

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa perkara ini tidak perlu menjadi konsumsi orang Bontang. H pun kembali mengingatkan orang yang mengambil video yang ia anggap ilegal, akan ditindak lanjuti. 

“Kalo mereka bikin viral, saya juga punya waktu untuk mereka ya. Tidak boleh ya. Tidak tahu diri semua mahasiswa itu Kampus kami tenang-tenang saja, cuma ada orang jahat tadi di sana itu,” jelasnya.

Telpon pun terputus. Namun, media ini kembali menghubungi H. Tujuannya untuk meminta tanggapan terkait laporan yang akan ditujukan kepada dirinya. Pasalnya mahasiswa yang  diduga terkena pukulan, sedang mengambil langkah hukum untuk menindak lanjuti perkara itu. Saat ditanya terkait itu, H justru kesal dan menjawab pertanyaan dengan serampangan. 

“Biar aja dilaporin sampai kemana. Jangan ganggu saya,” kata H dengan nada tinggi, dan menutup telepon tanpa menjawab pertanyaan lain.**

 

 

Penulis: Romi Ali Darmawan

More Stories
Rp18 Miliar untuk Korban Meninggal Akibat Covid-19