Pranala.co, BALIKPAPAN – Gas elpiji 3 kilogram alias gas melon ludes dalam hitungan jam. Sejak pagi, warga sudah mengantre di Pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan Barat, Selasa (3/6).
Mereka datang bukan untuk belanja sayur. Tapi untuk satu hal: gas melon murah. Harga hanya Rp19 ribu. Murah sekali. Biasanya bisa tembus Rp25 ribu. Kadang Rp30 ribu.
Pasar murah ini digelar sejak 1 hingga 5 Juni 2025. Menjelang Iduladha, Pemkot Balikpapan menggandeng Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggelar operasi pasar murah.
Hasilnya: ribuan warga menyerbu lokasi. Yang paling dicari: gas elpiji 3 kilogram. Disusul beras, gula, minyak goreng, dan daging.
Kuota gas elpiji dibatasi. Hanya 360 tabung per hari. Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan, Haemusri Umar bilang, pihaknya sengaja membatasi agar lebih merata.
“Khusus gas melon, kuota 360 per hari. Ini untuk membantu masyarakat, terutama pelaku usaha kecil,” ujar Haemusri, Selasa (3/6).
Ia menyebut pasar murah kali ini paling ramai dibanding sebelumnya. Banyak warga sudah tahu informasi sejak jauh hari.
Harga-harga diturunkan. Beras dijual di bawah harga pasaran. Gula lebih murah. Minyak goreng pun begitu. Pasar murah ini juga melibatkan distributor. Ada 21 yang terdaftar. Tapi yang hadir baru 12.
“Ada bantuan subsidi dari Bank Indonesia. Jadi harga bisa ditekan,” tutur Haemusri.
Tujuannya sederhana: bantu warga. Terutama menjelang Hari Raya Iduladha 1446 H. Di tengah harga pasar yang fluktuatif, pasar murah menjadi penyelamat.
Seperti yang dirasakan Jumriah. Warga Balikpapan Barat ini mengaku sangat terbantu.
“Gas melon biasanya Rp25 ribu, kadang Rp30 ribu. Di sini cuma Rp19 ribu,” katanya.
Ia hanya perlu membawa KTP. Lalu ikut antre. Tak sampai satu jam, tabung gas sudah di tangan.
“Semoga pasar murah begini terus diadakan. Sangat membantu warga kecil seperti kami,” ucapnya. [SR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















