Fakta-Fakta Pekerja Pabrik Rokok Sampoerna yang Positif Corona

Para pekerja sedang melinting rokok di House of Sampoerna Foto: Shutter Stock

DUA pekerja pabrik rokok Sampoerna di Rungkut, Surabaya, dinyatakan positif terjangkit virus corona. Setelah kejadian positifnya dua pekerja itu, pihak pabrik pun memutuskan untuk menggelar rapid test kepada seluruh pegawainya di pabrik tersebut.

Hasilnya, ratusan pekerja pabrik rokok Sampoerna dinyatakan positif virus corona melalui rapid test tersebut. Mayoritas dari mereka merupakan orang tanpa gejala (OTG).

Berikut redaksi rangkum fakta-fakta pekerja pabrik rokok Sampoerna yang positif virus corona:

2 pegawai meninggal

Awalnya, ada dua pekerja pabrik rokok Sampoerna di Rungkut Surabaya yang dinyatakan positif COVID-19. Namun, keduanya sudah meninggal dunia pada 14 April lalu.

Ketua Gugus Kuratif Penanganan COVID-19 Jatim Joni Wahyuhadi menyebut pihaknya langsung melakukan tracing kontak. Hasilnya, didapatkan 165 orang tanpa gejala (OTG) yang sudah dites swab namun hasilnya belum keluar.

BACA JUGA:
1 Orang Positif Baru di Lok Tuan, 69 Orang Tunggu Hasil Swab

Selain itu, juga ada sembilan orang lainnya yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Sembilan orang tersebut saat ini sudah dirawat di rumah sakit.

100 orang reaktif di rapid test

Selain melakukan pelacakan, pihak Gugus Tugas juga mengadakan rapid test kepada 323 orang pegawai lainnya. Hasilnya, 100 orang dinyatakan reaktif.

“Ada 323 yang sudah di-rapid test, yang 323 itu 63 reaktif (laporan) tadi malam, kemudian dilaporkan sore ini kira-kira menjadi 100 (orang),” ucap Joni.

Para pekerja yang dinyatakan reaktif itu akan segera menjalani swab PCR. Saat ini, mereka masih diisolasi di salah satu hotel di Surabaya. Diketahui, para pekerja tersebut dalam keadaan sehat. Mereka masuk kategori orang tanpa gejala (OTG).

BACA JUGA:
Update Covid-19 Kaltim: 1 Orang Sembuh, 15 Kasus Positif Baru

Penjelasan pihak Sampoerna

Meski demikian, Direktur PT HM Sampoerna Elvira Lianita memastikan pihaknya selalu menempatkan keselamatan dan kesehatan karyawan sebagai prioritas utama. Pihak Sampoerna juga sudah menghentikan kegiatan produksi di pabrik Rungkut sejak 27 April 2020, sesuai dengan Pergub Jatim tentang PSBB yang dimulai 28 April.

Penghentian sementara ini bertujuan agar kami dapat melaksanakan pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh di area pabrik Rungkut 2 guna menghentikan tingkat penyebaran virus COVID-19 yang saat ini telah berdampak pada beberapa karyawan kami di lokasi tersebut.

Elvira juga mengatakan telah menyerahkan data dan informasi terkait karyawannya kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya dan Jawa Timur.

“Dengan memegang prinsip perlindungan data pribadi atas karyawan kami yang terdampak, maka kami tidak memberikan data dan informasi kepada pihak lain selain pihak yang berwenang,” ujar dia.

BACA JUGA:
Warga Bontang Diminta Bijak Bermedsos di Tengah Pandemi Covid-19

Rokok Sampoerna dikarantina dulu

Kasus ini lalu memunculkan pertanyaan warganet tentang keamanan mengisap rokok Sampoerna. Elvira menjamin, seluruh produk Sampoerna bebas dari virus corona karena sudah menjalankan protokol kesehatan.

Bahkan, sebelum diedarkan, rokok Sampoerna dikarantina dulu selama lima hari. Waktu ini dua hari lebih lama dari batas atas stabilitas lingkungan COVID-19.

“Yang disarankan oleh European CDC (European Centre for Disease Prevention and Control) dan juga World Health Organization (WHO) yang mengatakan bahwa COVID-19 dapat bertahan selama 72 jam pada permukaan plastik dan stainless steel, kurang dari 4 jam pada tembaga dan kurang dari 24 jam pada kardus,” demikian pernyataan Elvira. (*)

More Stories
Sabu 2 Kg Disamarkan jadi Kotak Teh Seduh