Pranala.co, BONTANG – Dulu, anak-anak laut hanya bisa menatap sekolah dari kejauhan. Kini tidak lagi. Tahun ini, semua lulusan SD dari kampung-kampung pesisir Kota Bontang melanjutkan ke jenjang SMP.
Semuanya. Tanpa kecuali. Dari Tihi-Tihi. Dari Gusung. Dari Malahing. Juga dari Selangan. Tidak ada satu pun yang tertinggal di belakang.
Bagi orang kota, ini mungkin biasa. Tapi bagi anak-anak laut, ini sejarah.
“Dulu selalu saja ada satu-dua anak yang tidak bisa lanjut. Entah karena biaya, entah karena jarak. Tapi tahun ini tidak ada lagi,” kata Saparudin, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang, Rabu (25/6/2025).
Sebanyak 34 siswa. Dari empat sekolah dasar pesisir. Kini telah resmi terdaftar di SMP negeri di daratan. Di SMPN 3. SMPN 5. SMPN 6. SMPN 8. Juga SMPN 9.
Perjalanan mereka tak mudah. Jauh dari kata nyaman.
Dari Gusung, butuh 20 menit naik kapal. Kalau cuaca bersahabat. Kalau tidak? Bisa lebih lama, 45 menit. Dari Tihi-Tihi bisa lebih singkat. Tapi tetap melewati laut yang tak selalu tenang.
Gelombang tinggi. Angin kencang. Pasang surut. Semua sudah jadi makanan sehari-hari.
“Sebagian besar anak pulang-pergi setiap hari. Naik kapal kecil. Ada juga yang tinggal di rumah keluarga di kota,” ujar Saparudin.
Pemerintah belum punya skema subsidi transportasi laut untuk mereka. Tapi semangat anak-anak itu tak surut.
Mereka tetap berangkat. Tetap belajar. Tetap ingin maju.
Tak ada lagi cerita “berhenti sekolah karena laut.” Tidak ada alasan. Tidak ada lagi ketertinggalan.
Semua bisa lanjut karena kerja bersama. Orang tua yang rela melepas. Guru-guru di kampung yang tak pernah bosan memotivasi. Dinas Pendidikan yang memberi kuota khusus di SMP negeri.
Bukan hanya soal angka. Ini soal keadilan.
“Kami ingin ini bukan sekadar capaian tahunan. Tapi jadi kebiasaan. Jadi budaya. Anak laut juga berhak bermimpi tinggi,” tegas Saparudin.
Anak-anak pesisir kini sudah menyeberang batas. Bukan hanya batas laut. Tapi batas mental. Batas sosial. Batas pendidikan.
Langkah mereka harus dijaga. Jangan sampai terhenti di tengah jalan.
[MH]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















