Pranala.co, BONTANG – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang resmi menerima data terbaru terkait keberadaan tenaga kerja asing (TKA) di proyek pembangunan pabrik soda ash. Berdasarkan laporan perusahaan, terdapat 49 TKA asal Tiongkok yang bekerja di proyek strategis tersebut.
Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas Penempatan Tenaga Kerja (Kabid Lattas Penta) Disnaker Bontang, Lukmanul Hakim, menjelaskan bahwa puluhan TKA tersebut berasal dari enam perusahaan, termasuk dua subkontraktor yang seluruh pekerjanya berkewarganegaraan Tiongkok.
“Hasil inspeksi mendadak beberapa waktu lalu tidak menemukan aktivitas pekerja asing di lokasi. Semua TKA ditempatkan pada posisi yang membutuhkan kompetensi teknis khusus, terutama pengawas ke atas,” ujar Lukman, Jumat (5/12/2025).
Kebijakan ini bertujuan agar tenaga lokal tetap mengisi sebagian besar posisi kerja, sekaligus memfasilitasi transfer pengetahuan dari TKA kepada pekerja dalam negeri.
Lukmanul mengimbau masyarakat untuk ikut mengawasi. Jika menemukan TKA yang melakukan pekerjaan yang seharusnya bisa dilakukan tenaga lokal, laporan sebaiknya dilengkapi bukti visual, seperti foto atau video.
“Misalnya terlihat TKA mencangkul, melakukan scaffolding, atau welding. Itu akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Disnaker menegaskan bahwa perusahaan harus tetap mematuhi Perda Nomor 10 Tahun 2018 tentang penempatan tenaga kerja. Aturan menetapkan komposisi 75 persen tenaga lokal dan 25 persen tenaga asing.
Pengecualian hanya berlaku jika posisi teknis tertentu tidak dapat diisi tenaga lokal yang memenuhi kualifikasi.
“Komposisi 75:25 tetap kami jaga. Jika tenaga lokal tidak tersedia, barulah perusahaan diperbolehkan merekrut dari luar daerah,” pungkas Lukman.
Disnaker Bontang memastikan proyek strategis tetap berjalan lancar, sambil menjaga kesempatan kerja bagi tenaga lokal dan penerapan aturan ketenagakerjaan yang adil. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















