Pranala.co, BONTANG – Memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah telah menciptakan gelombang kepanikan di kalangan calon jemaah umrah. Kota Bontang, yang menjadi salah satu pusat keberangkatan umrah di Kalimantan Timur (Kaltim), kini menghadapi tantangan operasional besar.
Biro perjalanan umrah terpaksa melakukan penyesuaian drastis terhadap jadwal dan skema keberangkatan, dengan mengedepankan keselamatan jamaah sebagai prioritas mutlak.
Dua biro perjalanan besar di kota ini—PT Telaga Al-Kautsar dan Nur Uzma Tour & Travel—mengambil langkah berbeda namun dengan tujuan sama: memastikan ibadah tetap aman dan lancar di tengah badai konflik global.
Abu Ridho, perwakilan Biro Perjalanan Haji dan Umrah PT Telaga Al-Kautsar wilayah Bontang, mengonfirmasi bahwa dampak konflik sangat bergantung pada pilihan maskapai. Tidak semua rute terkena imbas yang sama.
“Dampaknya pasti ada, baik besar maupun kecil. Semua tergantung maskapai,” ujarnya saat dihubungi via telepon, Senin, 2 Maret 2026.
Hingga saat ini, maskapai Scoot masih membatalkan penerbangan ke rute Timur Tengah. Namun Garuda Indonesia dan Saudia Airlines tetap beroperasi sesuai jadwal. Lion Air juga dilaporkan masih melayani keberangkatan.
Menepis isu jemaah tertahan di Arab Saudi, Abu Ridho memberikan kepastian menenangkan: “Jemaah terakhir kami sudah tiba Jumat sore kemarin. Alhamdulillah, tidak ada yang tertahan di Saudi,” jelasnya.
Untuk keberangkatan sepekan ke depan dengan Scoot, pihak travel masih menunggu perkembangan situasi. Namun antisipasi telah disiapkan: pengalihan ke Garuda Indonesia. Semua hotel dan akomodasi telah terbayar penuh, memastikan jemaah tidak dirugikan secara finansial.
“Kalau Scoot batal, kami siapkan opsi Garuda Indonesia. Hotel dan akomodasi jamaah sudah terbayar semua, jadi jamaah tidak dirugikan,” tambahnya.
Pada pekan ini, 23 jamaah dijadwalkan berangkat pada 6 Maret. Untuk musim umrah 1447 Hijriah, tiga paket keberangkatan masih tersedia pada 6, 21, dan 27 Maret dengan seluruh administrasi rampung. Sementara untuk musim 1448 Hijriah, penjualan paket ditunda hingga jadwal resmi dirilis.
Sisi lain kota, Nur Uzma Tour & Travel—cabang dari PPIU PT Swarna Dipa Wisata—mengambil keputusan lebih tegas. Hj Aguswati, Direktur Nur Uzma Tour & Travel Bontang, menjelaskan bahwa sebagai kantor cabang, mereka mengikuti kebijakan pusat namun dengan pertimbangan lokal yang matang.
“Karena kami cabang, tentu masih menunggu arahan dari pusat,” ujarnya.
Keberangkatan akhir Ramadan tetap berjalan sesuai rencana karena seluruh administrasi—tiket dan visa—telah diterbitkan sebelum situasi memburuk. Namun keberangkatan Umrah Syawal yang semula dijadwalkan 25 Maret 2026 mengalami perubahan fundamental.
Dalam surat edaran resmi kepada jemaah, penjadwalan ulang ke Juni 2026 diumumkan. Alasannya jelas: kondisi geopolitik internasional yang masih dinamis dan imbauan otoritas terkait untuk menunda pemberangkatan demi keamanan.
“Dengan penuh pertimbangan dan rasa tanggung jawab, kami menjadwalkan ulang keberangkatan Umrah Syawal ke bulan Juni. Keputusan ini semata-mata demi keselamatan dan kenyamanan jamaah agar ibadah dapat dilaksanakan dengan lebih aman dan khusyuk,” tegas Aguswati.
Pertimbangan taktis juga mendasari pilihan Juni. April dan Mei merupakan musim operasional haji, sehingga periode tersebut tidak memungkinkan untuk umrah. Setelah musim haji usai, aktivitas umrah kembali normal.
Nur Uzma menegaskan komitmen penuh terhadap hak jamaah. Tim akan menghubungi setiap jamaah secara personal untuk menjelaskan detail jadwal terbaru dan penyesuaian teknis.
“Kami mohon pengertian dan doa dari para jamaah. InsyaAllah, Allah SWT akan mengganti dengan waktu keberangkatan yang lebih baik dan penuh keberkahan,” tutup Aguswati. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















