Sangatta, PRANALA.CO – Hari masih pagi di kampung itu. Matahari belum terlalu tinggi saat seorang ayah pulang ke rumahnya di Kecamatan Sangkulirang, Kutim alias Kutai Timur, Jumat (18/4/2025). Tapi langkahnya terhenti di halaman belakang, ketika sang istri—yang tengah membantu putri kesayangan mereka ke kamar mandi—memanggilnya dengan suara panik.
Sang putri kecil mengeluh sakit. Di bagian yang sangat pribadi. Ada darah. Ada luka. Ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan logika orangtua biasa. Tak butuh waktu lama, mereka membawa anaknya ke Puskesmas Sandaran. Dan dari sana, semuanya bergulir menjadi laporan polisi.
Beberapa hari setelahnya, Minggu (20/4), aparat Polsek Sangkulirang akhirnya menangkap seorang perempuan berinisial I. Dialah sosok yang diduga kuat menjadi pelaku pelecehan seksual terhadap anak tersebut. Ironisnya, pelaku baru satu malam menginap di rumah korban. Perempuan ini datang, membawa senyap, dan meninggalkan luka.
Kapolsek Sangkulirang IPTU Erik Bastian mengungkapkan bahwa timnya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari keluarga korban. Tim Enggang Sangsaka melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku.
“Saat diamankan, pelaku membawa sebilah badik. Panjangnya sentimeter, lengkap dengan sarung,” kata IPTU Erik, Rabu (23/4/2025).
Dari hasil penyelidikan awal, tindakan bejat itu dilakukan dengan jari. Tak ada hubungan, tak ada kasih, hanya ada niat dan kesempatan—yang langsung diambil tanpa ampun. Barang bukti yang diamankan pun menambah miris suasana: celana pendek korban dan pelaku yang keduanya terdapat bercak darah.
Trauma, jelas. Bukan hanya bagi anak. Tapi juga orangtua. Dan barangkali juga masyarakat sekitar, yang tak pernah menyangka seseorang bisa membawa bahaya sedekat itu ke dalam rumah sendiri.
Kini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. Ia dijerat Pasal 82 ayat (1) UU No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















