Bapenda Bontang Berencana Tambah 19 Space Reklame

  • Whatsapp
Kepala Bapenda Bontang, Sigit Alfian.

PRANALA.CO, Bontang – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang terus berupaya menggenjot sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya itu salah satunya dengan merancang pembangunan sejumlah space reklame berekuran besar.

Kepala Bapenda Bontang, Sigit Alfian mengungkapkan saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) hanya punya 5 space reklame. Hanya yang tiangnya kuning milik Pemkot, selebihnya punya pihak ketiga.

Bacaan Lainnya

Untuk itu, tak tanggung saat ini Bapenda tengah merancang 19 space reklame baru yang akan diletakkan pada sejumlah titik yang dinilai potensial, mulai dari daerah Loktuan hingga Bontang Lestari.

“Kita (Bapenda) baru sebatas survei titik-titiknya dan mengusulkan, tetap perencanaanya akan dibahas bersama dengan Tata Ruang Dinas PUPRK dan pihak terkait lain. Perencanaanya harus matang, masing-masing akan berbeda tergantung lokasi, ada yang model tiga dimensi,” ujarnya, Selasa (22/9/2020).

Kata dia, sebab hal ini akan menyangkut aset maka penilaian akan dilakukan dengan sangat baik termasuk dengan kemungkinan melibatkan Bagian Aset BPKAD dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Ini juga akan berpengaruh pada besaran nilai sewa masing-masing reklame.

Ditarget seluruh perencanaan proyek tersebut dapat rampung pada Desember 2020 dan pengerjaannya baru dilelang terbuka pada tahun 2021.

Menurutnya, sebagai kota industri, jika dioptimalkan potensi PAD dari sektor reklame cukup besar. Nantinya Bapenda akan mendorong setiap perusahaan untuk memasang iklan atau pemberitahuan di space yang Pemerintah Kota sediakan.

“Perusahaan bisa pasang iklan, ucapan selamat, bahkan pemberitahuan kegiatan sosial mereka. Saat jelang pemilu legislatif juga pasti ramai,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, sektor reklame menjadi salah satu PAD di Kota Bontang. Tahun 2020 reklame ditarget bisa menyumbang Rp 600 juta untuk PAD. Sebelumnya pada tahun 2019 realisasi sektor ini mencapai Rp 572 juta, angka itu melebihi disebut melebihi target, yakni Rp 500 juta. (*)

Pewarta: Junaidi

Pos terkait