Pranala.co, BONTANG – Rasio kredit bermasalah alias Non Performing Loan/NPL sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bankaltimtara Cabang Bontang terbilang sehat. Angkanya jauh di bawah batas maksimal 5 persen yang ditetapkan regulator.
Secara nasional, NPL UMKM per Juli 2025 berada di angka 4,53 persen. Sementara di Bontang, nilainya bahkan belum tembus 1 persen dalam dua tahun terakhir.
“Rasio NPL di Bontang masih aman. Selama dua tahun ini tetap di bawah satu persen,” ujar Kepala Cabang Bankaltimtara Bontang, Arie Herlambang, didampingi Kepala Bidang Pengkreditan, Rama Kelana Jaya, Kamis (18/9/2025).
Arie optimistis tren kredit UMKM di Bontang bakal tumbuh lebih baik tahun ini. Salah satu pendorongnya adalah program Kredit Bontang Kreatif (KBK), gagasan Pemerintah Kota Bontang.
Program ini menawarkan pinjaman maksimal Rp25 juta tanpa bunga bagi pelaku UMKM. Meski sempat dikhawatirkan mengganggu segmen kredit lain, KBK justru melengkapi layanan Bankaltimtara.
“Program ini lebih ke segmen mikro. Tujuannya memberi stimulus agar pelaku UMKM bisa naik kelas. Dari usaha kecil bisa bertumbuh jadi lebih besar,” jelas Arie.
Selain KBK, Bankaltimtara juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), program nasional dengan plafon lebih besar dari Rp25 juta. Skema ini memungkinkan pelaku UMKM yang berkembang beralih ke segmen kredit komersial.
“Ekonomi tetap berputar. Dari KBK bisa lanjut ke KUR, lalu ke kredit komersial. Jadi semua bisa berjalan beriringan,” tambahnya.
32 UMKM Sudah Disetujui
Hingga pertengahan September 2025, sebanyak 32 pelaku UMKM di Bontang telah disetujui menerima KBK. Meski begitu, tidak semua pengajuan bisa lolos.
“Masih ada permohonan yang belum sesuai ketentuan teknis, salah satunya terkait BI checking,” ungkap Arie.
Meski di Bontang situasi kredit UMKM terkendali, secara nasional tren justru melambat. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding kredit UMKM per Juni 2025 mencapai Rp1.503,6 triliun. Pertumbuhannya hanya 2,1 persen secara tahunan.
Bank Indonesia (BI) juga merilis data per Juli 2025. Pertumbuhan kredit UMKM melambat di angka 1,6 persen. Sementara nilai NPL UMKM per Juni 2025 sudah mencapai Rp66,3 triliun, atau naik 17,19 persen dibanding akhir 2024.
Angka itu setara dengan rasio NPL nasional sebesar 4,41 persen.
Di tengah tantangan ekonomi, program KBK di Bontang dianggap memberi harapan baru. Kredit tanpa bunga menjadi angin segar bagi pelaku usaha kecil yang ingin mengembangkan bisnis.
“Harapannya, UMKM bisa terus naik kelas. Program ini bukan hanya soal permodalan, tapi juga stimulus agar ekonomi daerah lebih hidup,” tutup Arie. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















