Banjir di Samarinda Kian Meluas, Review Penanganan Tersendat

  • Whatsapp
Petugas Balai Wilayah Sungai Kalimantan III sedang mengukur Tinggi Muka Air (TMA) di Jalan Terong 4, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda utara, Senin (30/11).

PRANALA.CO, Samarinda – Memasuki akhir tahun, banyak perencanaan Pemkot Samarinda yang kegiatannya yang tidak tuntas. Termasuk masalah inti di Kota Tepian: penanganan banjir. Berdasarkan informasi dari data terakhir, Rencana Penanggulan Banjir (RPB) Kota Samarinda, ada di tahun 2012.

Sedangkan melihat perkembangan saat ini, titik banjir kian meluas hingga ke seluruh kecamatan. Tak heran Pemkot Samarinda melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali mereview RPB tersebut.

Bacaan Lainnya

Namun, menurut laporan Plt Kepala BPBD Samarinda, Wahiduddin, saat ini pihaknya belum bisa menuntaskan review tersebut, lantaran waktunya tinggal satu bulan lagi.

“Saat ini baru kerangka. Sedangkan untuk review-nya kemungkinan April atau Mei baru bisa selesai,” jelasnya.

Sebelumnya BPBD Samarinda telah menggelar Focus Group Discusion (FGD) untuk mereview kembali RPB pada Rabu (18/11) lalu. Ia mengakui dari RPB 2012 lalu, memang banyak yang perlu diubah. Sehingga pengerjaannya tidak bisa dikebut hanya dalam waktu satu bulan.

Sebab dalam rancangan sebelumnya, titik banjir yang ditangani fokus di Jalan Pemuda dan Jalan Lambung Mangkurat. “Sedangkan saat ini banjir di Griya Mukti dan Bengkuring menjadi titik terpapar,” tuturnya.

Untuk menyesuaikan dengan perkembangan titik banjir, pihaknya pun diminta untuk segera mereview RPB yang ada saat ini. Untuk disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Termasuk urusan sarana prasarana, maupun fasilitas yang diperlukan untuk menanggulangi banjir.

“Karena melihat perkembangan banjir juga semakin meluas, makanya urusan sarana prasarana dan fasilitasnya juga banyak yang berubah,” katanya.

TMA Bendungan Menurun

Tinggi Air Muka (TMA) Bendungan Benanga, di Lempake mencapai puncaknya Senin (30/11) dini hari sekitar pukul 03.26 Wita. Saat itu TMS mencapai 83 sentimeter. Saat ini, TMA mulai menurun. Di angka 79 sentimeter pada pukul 14.30 Wita.

Namun turunnya TMA bukan berarti kawasan terendam banjir dalam tiga hari ini surut. Banjir justru kian meluas. Dari data Info Taruna Samarinda (ITS), di Kelurahan Sempaja Timur, Samarinda Utara, tercatat 636 rumah dari 11 RT terendam banjir. Hal ini membuat ribuan warga merasakan dampak banjir tersebut.

“Ketinggian air di Bengkuring ini bervariatif dari pengukuran ketinggian air dilapangan antara 20-70 centimeter,” kata Aldri, Petugas dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III di lokasi banjir.

Dari pantauan di lapangan, air mulai kekuningan kondisi terparah dengan ketinggian 70 sentimeter masih terjadi di Jalan Terong, Terong Pipit dan sebagian Jalan Asparagus dan Kestela. Beberapa rumah juga tidak berpenghuni.

Di beberapa titik, banjir bahkan setinggi pinggang orang dewasa. Belasan warga terpaksa meninggalkan rumah mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebagian besar lagi terpaksa bertahan sembari menunggu harta benda mereka.

Hal ini dialami Hendra, warga Jalan Terong 4. Bersama istrinya, Hendra terpaksa mengungsi dan hanya membawa barang berharga yang bisa dibawa.

“Di dalam rumah sudah semata kaki. Biasanya semakin meninggi. Takut kalau ada apa-apa. Dan lagi banjir belum tahu kapan akan surut. Saya dan istri sementara waktu mengungsi ke rumah orangtua di Samarinda Seberang,” kata Hendra (39) warga Jalan Terong 4.

Ketua RT 37, Ahmad Yani menjelaskan, banjir di hari ketiga ini membuat 16 warganya meninggalkan rumah lantaran kediamannya terendam banjir. Selain itu warga juga takut adanya hewan seperti ular yang sewaktu-waktu bisa masuk ke rumah saat banjir dalam.

“Kegelisahannya sangat kompleks. Dari penyakit hingga hewan liar. Ini juga harus bersama dipikirkan, bagaimana penanganannya,” kata Ahmad.

Dia meminta kepada Pemkot Samarinda untuk segera mengambil tindakan nyata dan konkret agar warganya tetap merasa aman meskipun dalam kondisi banjir.

“Warga sekarang sangat memerlukan bantuan, baik itu makanan dan obat-obatan. Serta untuk balita diperlukan juga kebutuhan khsusunya,” ungkap Ahmad.

Kabid Kedaruratan dan logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Ifran menjelaskan, pihaknya terus memantau kondisi banjir di Bengkuring. Pihaknya terus berkoordinasi dengan kelurahan berkaitan keluhan warga saat ini.

“Kami sudah menurunkan perahu dan untuk tenda posko menyesuaikan kondisi dilapangan dan permintaan pihak kelurahan,” kata Ifran.

Pihaknya akan terus melalukan pemantauan terhadap kondisi warga dan juga kondisi cuaca serta tinggi air di beberapa kawasan yang saat ini terendam banjir.

“Kami posisi siaga. Apalagi, informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim hujan hingga akhir Desember ini. Jika kondisi warga sangat terganggu kemudian aktivitas tidak berjalan sebagaimana mestinya, kami segera berkoordinasi dengan Pemkot untuk mengambil langkah selanjutnya,” tutup Ifran.

 

 

[hun|siberindokaltim]

Pos terkait