Inflasi Terjaga, Perekonomian Kaltim Mulai Membaik

  • Whatsapp
Kapal tongkang pengangkut batu bara. (Antara)

PRANALA.CO, Balikpapan – Perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim) mulai mengalami perbaikan serta diiringi dengan inflasi yang kian terjaga. Sejak kuartal III/2020, inflasi juga mulai meningkat namun tetap terkendali dengan baik.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur Tutuk S.H. Cahyono berujar Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim November 2020 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,37 persen secara bulanan atau month-to-month (m-t-m), meningkat dari deflasi sebesar 0,18 persen bulan sebelumnya.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan komoditasnya, daging ayam ras mengalami inflasi sebesar 8,10 persen (mtm). Selain itu, komoditas lain juga mengalami inflasi seperti ikan layang sebesar 9,39 persen (mtm), cabai rawit sebesar 2,64 persen (mtm) dan bawang merah sebesar 2,32 persen (mtm),” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (1/12).

Peningkatan harga tersebut disebabkan mulai meningkatnya konsumsi di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang akhir tahun dan penurunan pasokan karena musim panen yang telah selesai dan faktor cuaca.

Sementara itu, inflasi transportasi bersumber dari kenaikan permintaan angkutan udara terutama saat cuti bersama hingga awal November 2020. Namun demikian, inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi bulanan tarif listrik sebesar 0,21 persen (mtm), komoditas tomat sebesar 4,90 persen (mtm), serta sawi hijau sebesar 8,21 persen (mtm).

Kendati demikian, Pemprov Kaltim terus melakukan koordinasi dalam kerangka Tim Pengendalian inflasi Daerah (TPID) termasuk mulai dilakukan kerja sama antar daerah untuk stabilisasi pasokan dan harga di pasar.

TPID Balikpapan dan Samarinda telah menyelenggarakan high level meeting TPID sebagai sarana untuk memantau perkembangan harga. Selain itu, di kota Samarinda telah ditandatangani komitmen bersama antara E-Pasar Tani Samarinda dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pertanian Sumber Makmur, Kutai Kartanegara.

Melalui komitmen ini diharapkan pasokan cabai merah serta sejumlah komoditas hortikultura lainnya di Samarinda terjaga sehingga harga terjangkau bagi konsumen. Masyarakat juga dapat memperoleh informasi perkembangan harga komoditas bahan pangan dalam tautan http://www.laminetam.id/.

Menurut survei Konsumen Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur telah mengindikasikan perbaikan keyakinan dengan meningkatnya Indeks Keyakinan Konsumen menjadi 95,92 dari 73,17 pada bulan sebelumnya. Peningkatan tersebut merupakan transmisi dari peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi dan Indeks Ekspektasi Konsumen pada November 2020.

Adapun, Survei Penjualan Eceran periode Oktober 2020 melanjutkan tren perbaikan dengan naiknya pertumbuhan Indeks Penjualan Riil ke level 59,1 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari 57,4 persen (yoy) pada bulan sebelumnya serta diprakirakan, perbaikan penjualan eceran masih berlanjut pada November 2020 menjadi sebesar 61,5 persen (yoy).

 

 

[js|ril]

Pos terkait