Adi Darma Positif Covid-19, tapi Dikuburkan di Pemakaman Umum, Ini Jawaban Sekda

Seorang TNI membawa foto Adi Darma, Wali Kota Bontang 2011-2016 saat dimakamkan di TPU Bontang Kuala. (FAHMI FOTO)

PRANALA.CO, Bontang – Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati menegaskan, Adi Darma, Wali Kota Bontang periode 2011-2016 tutup usia dalam keadaan terkonfirmasi covid-19, Kamis (1/10/2020).

Namun, tak seperti pasien Covid-19 pada umumnya yang wafat. Jenazah dimakamkan di pemakaman khusus Covid-19 di kawasan Bontang Lestari. Adi Darma malah dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bontang Kuala.

Dikonfirmasi soal itu, Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati menegaskan, bahwa Adi Darma meninggal dalam keadaan terkonfirmasi covid-19, Jumat (2/10/2020). Selepas dirinya berkomunikasi dengan keluarga Adi Darma, pihak keluarga meminta dikebumikan di TPU Bontang Kuala.

“Keluarga yang meminta. Saya berpikir Pak Adi pernah menjabat wali kota. Ya, sudahlah gak apa. Terpenting protokol Covid-19 tetap dijalankan,” kata Aji Erlinawati melalui via sambungan telepon.

Pemakaman Adi Darma yang dilakukan di pekuburan umum, murni permintaan keluarga. Pemerintah telah melakukan upaya komunikasi, namun keluarga tetap keukeh tak ingin mengebumikan Adi Darma di pekuburan khusus di kawasan Bontang Lestari.

“Itu positif, jelas positif. Yang jelas dari rumah sakit menyatakan Pak Adi Darma positif Covid-19. Ya, memang idealnya protokolnya harusnya di Bonles, tapi keluarga tak bersedia dimakamkan di sana. Yang jelas positif boleh dikonfirmasi Kadinkes,” urainya.

Meski begitu, pemulasaran jenazah dijaga ketat aparat baik TNI maupun Polri. Tak ada warga umum bisa masuk ke dalam tempat pemakaman umum selain petugas dengan APD lengkap dan beberapa keluarga inti.

“Saya hubungi Pak Dandim untuk mengawal. Selaku pemerintah ini penghormatan untuk terakhir untuk beliau. Apalagi almarhum pernah sebagai Wali Kota,” kata Aji.

Disinggung soal keterbukaan Tim Gugus Tugas Covid-19 Bontang yang tak menggubris konfirmasi dari awak media, Aji Erlynawati mewajari hal itu. Dalam kondisi gini, bisa jadi takut bersuara dan ada hal-hal yang salah.

“Saya terus terang saja putuskan sendiri kemarin, tak ada walikota, wakil walikota hingga Pjs (Walikota). Oke gak apa, saya tanggung semua. Yang penting protokol pemulasaran dilakukan,” jelasnya. (*)

More Stories
Tak Becus, Dewan: Copot Saja PT D&C!