Pranala.co, SAMARINDA – Upaya menghadirkan listrik merata hingga ke pelosok Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menunjukkan hasil nyata. Dalam satu tahun terakhir, sebanyak 38 desa di wilayah pedalaman kini telah menikmati akses listrik selama 24 jam.
Pencapaian ini menjadi bagian dari prioritas Pemerintah Provinsi Kaltim pada masa awal kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, yang menargetkan pemerataan akses energi hingga ke desa-desa terpencil.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, mengatakan percepatan penyalaan listrik tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memenuhi hak dasar masyarakat desa.
“Percepatan penyalaan listrik ini adalah wujud nyata hadirnya pemerintah dalam melayani hak dasar masyarakat pedesaan pada tahun pertama kepemimpinan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji,” ujarnya di Samarinda.
Program percepatan elektrifikasi tersebut berdampak langsung pada penurunan jumlah desa yang belum terjangkau jaringan listrik.
Jika pada tahun sebelumnya masih terdapat 110 desa yang belum menikmati layanan listrik, kini jumlahnya menyusut menjadi 72 desa.
Setiap desa yang baru tersambung listrik diperkirakan mencakup sekitar 180 hingga 250 rumah tangga, sehingga ribuan kepala keluarga kini dapat menikmati penerangan dan akses energi yang lebih memadai.
Bambang menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil perencanaan yang matang serta dukungan anggaran melalui Program Listrik Desa (Lisdes) periode 2025–2026.
“Seluruh capaian ini tidak lepas dari kerja keras dan alokasi anggaran melalui pelaksanaan Program Listrik Desa,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan jaringan listrik di wilayah pedalaman tidak lepas dari berbagai tantangan. Kondisi geografis yang sulit dijangkau menjadi salah satu hambatan utama, terutama saat pemasangan tiang dan penarikan kabel listrik.
Meski demikian, sinergi antara pemerintah daerah dan penyedia layanan listrik menjadi kunci keberhasilan program tersebut di lapangan.
Program ini juga dirancang tidak hanya untuk menghadirkan penerangan, tetapi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa serta meningkatkan kualitas pendidikan.
“Program penerangan ini merupakan inisiatif strategis hasil kolaborasi erat antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan PT PLN (Persero),” kata Bambang.
Dirinya optimistis pemerataan akses listrik di seluruh desa dapat diselesaikan dalam beberapa tahun ke depan. Bambang bilang bahwa pemerintah menargetkan seluruh desa di Kaltim sudah teraliri listrik sebelum akhir 2027.
Upaya tersebut dinilai penting agar tidak ada lagi wilayah yang tertinggal dalam akses energi, sekaligus memastikan fasilitas publik seperti sekolah dan pusat kesehatan dapat beroperasi secara optimal.
“Kami memastikan sinergi berkelanjutan akan terus dipacu guna merampungkan sisa pekerjaan rumah terkait pemerataan kelistrikan ini,” ujarnya. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















