Pranala.co, SAMARINDA – Program penyediaan makanan bergizi bagi pelajar terus diperluas di Kalimantan Timur (Kaltim). Hingga akhir Januari 2026, sebanyak 145 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai sekolah.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kaltim, Edih Mulyadi, mengatakan jumlah tersebut merupakan hasil pemantauan terbaru yang dilakukan pihaknya.
“Sebanyak 145 unit SPPG ini merupakan hasil pemantauan pada akhir Januari 2026. Saat ini bahkan sudah ada informasi mengenai penambahan unit SPPG baru,” kata Edih.
Ratusan SPPG yang telah beroperasi tersebut melayani distribusi makanan bergizi kepada 316.752 penerima manfaat, yang sebagian besar merupakan siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kaltim.
Jumlah tersebut masih merupakan bagian dari target penerima manfaat yang mencapai 942.888 orang di seluruh wilayah Kaltim. Dengan demikian, capaian saat ini baru sekitar 34 persen dari target yang telah ditetapkan.
Sementara dari sisi fasilitas, 145 unit SPPG yang telah berjalan baru mencapai 32,58 persen dari total target 445 unit SPPG yang direncanakan dibangun di Kalimantan Timur.
Serap Ribuan Tenaga Kerja
Selain meningkatkan akses gizi bagi pelajar, keberadaan dapur SPPG juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Edih menjelaskan bahwa setiap SPPG rata-rata mempekerjakan sekitar 30 tenaga kerja yang bertugas dalam proses pengolahan makanan hingga pendistribusian ke sekolah.
“Dengan 145 SPPG yang sudah beroperasi, tercatat ada 4.376 tenaga kerja yang direkrut untuk mengelola dapur serta distribusi makanan dalam program MBG,” ujarnya.
Jika target 445 unit SPPG berhasil direalisasikan, jumlah tenaga kerja yang terserap diperkirakan mencapai 13.350 orang.
Program ini juga turut menggerakkan rantai pasok bahan pangan di daerah. Hingga saat ini, terdapat 269 pemasok bahan makanan yang bekerja sama dengan 145 SPPG yang beroperasi.
Artinya, setiap SPPG rata-rata membutuhkan sekitar dua pemasok bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan produksi makanan bergizi.
Menurut Edih, jika seluruh target SPPG tercapai, jumlah pemasok bahan pangan yang terlibat bisa meningkat hingga 890 pemasok.
“Kondisi ini tentu dapat membantu meningkatkan perputaran ekonomi lokal sekaligus berkontribusi dalam mengurangi angka kemiskinan di daerah,” katanya.
Berau Masih Butuh Puluhan SPPG
Sebaran SPPG di Kalimantan Timur meliputi berbagai kabupaten dan kota. Salah satu daerah yang masih membutuhkan penambahan fasilitas adalah Kabupaten Berau.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan saat ini baru terdapat tujuh unit SPPG yang beroperasi di wilayah tersebut.
Padahal, berdasarkan perhitungan kebutuhan, Kabupaten Berau memerlukan 61 unit SPPG untuk menjangkau seluruh penerima manfaat program MBG.
“Dari total kebutuhan tersebut, 30 SPPG direncanakan berada di wilayah aglomerasi dan 31 lainnya di wilayah 3T, yaitu daerah terpencil, tertinggal, dan terluar,” ujar Gamalis.
Pemerintah Kabupaten Berau bersama tim terkait saat ini terus melakukan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta guna mempercepat pembentukan SPPG baru.
Langkah tersebut dilakukan agar program pemenuhan gizi bagi pelajar dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat di seluruh wilayah Berau, termasuk daerah yang sulit dijangkau. (DIAS/RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















