• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, April 3, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Ekonomi

1 Dolar AS Tembus 1,1 Juta Rial, Mata Uang Iran Cetak Rekor Terendah

Suriadi Said by Suriadi Said
14 Januari 2026 | 07:36
Reading Time: 2 mins read
0
1 Dolar AS Tembus 1,1 Juta Rial, Mata Uang Iran Cetak Rekor Terendah

Warga memegang 1 Dolar AS di tangan kiri sementara tangan lain mengangkat segepok rial Iran bernilai 1,4 juta, sebagai perbandingan anjloknya mata uang Iran.(@visegrad_24)

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co – Nilai mata uang Iran, rial, terperosok ke titik terendah sepanjang sejarah. Kejatuhan ini menjadi cermin krisis ekonomi yang kian dalam dan kompleks di negara tersebut.

Tekanan datang dari berbagai arah. Sanksi internasional, terutama dari Amerika Serikat, masih membelenggu. Inflasi melambung tinggi. Ekspor minyak dibatasi. Stabilitas politik pun goyah.

PILIHAN REDAKSI

THR 2026 ASN, TNI, dan Polri Disiapkan Rp55 Triliun, Cair Awal Ramadan THR 2026 ASN, TNI, dan Polri Disiapkan Rp55 Triliun, Cair Awal Ramadhan Rupiah Nyaris Rp17 Ribu, Menkeu Purbaya Yakin Penguatan Tinggal Tunggu Waktu

Rupiah Nyaris Rp17 Ribu, Menkeu Purbaya Yakin Penguatan Tinggal Tunggu Waktu

19 Januari 2026 | 21:34
Ekonomi Negara Ini Ambruk, Rakyatnya Menjerit Tak Punya Uang

Ekonomi Negara Ini Ambruk, Rakyatnya Menjerit Tak Punya Uang

15 Juni 2025 | 00:50

Akibatnya, nilai tukar rial anjlok tajam terhadap mata uang utama dunia. Dolar Amerika Serikat dan euro kini terasa semakin jauh dari jangkauan.

Mengutip laporan The Sunday Guardian, bahkan di sejumlah negara Eropa, mata uang rial tidak lagi diterima atau dapat ditukarkan. Iran pun semakin terisolasi dari sistem keuangan global.

Data terbaru menunjukkan, satu dolar AS kini setara dengan sekitar 1.137.500 rial. Sementara satu euro menembus 1.327.240 rial. Angka ini menandai titik terendah nilai tukar rial sepanjang sejarah Iran.

Kondisi ekonomi yang memburuk itu memicu gelombang protes besar sejak 28 Desember 2025. Awalnya, keluhan muncul soal harga pangan yang melambung dan nilai uang yang terus merosot. Namun, tuntutan itu cepat berkembang menjadi seruan perubahan pemerintahan.

Aksi protes bermula dari pedagang di Grand Bazaar Teheran dan kalangan mahasiswa. Dalam waktu singkat, gelombang demonstrasi menyebar ke seluruh 31 provinsi, termasuk kota-kota kecil.

Bentrokan dengan aparat keamanan tak terelakkan. Ratusan orang dilaporkan tewas. Ribuan lainnya ditangkap. Ketegangan sosial pun kian memuncak.

Situasi politik yang tidak menentu semakin menggerus kepercayaan publik terhadap rial. Warga dan pelaku usaha berbondong-bondong menyelamatkan aset mereka. Dolar, emas, hingga mata uang kripto menjadi pilihan.

Langkah itu justru memperparah tekanan terhadap mata uang nasional.

Menurut laporan Al Jazeera, pelemahan rial berlangsung sangat cepat. Pada Januari 2025, satu dolar AS masih berada di kisaran 700 ribu rial. Pertengahan tahun naik menjadi sekitar 900 ribu rial. Menjelang akhir Desember 2025, nilainya sempat menembus 1,4 juta rial per dolar.

Dampaknya terasa langsung di dapur rakyat. Harga bahan pangan melonjak rata-rata 72 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Inflasi tahunan Iran kini diperkirakan berada di kisaran 40 persen.

Daya beli masyarakat runtuh. Biaya hidup kian menekan.

Krisis ekonomi ini juga dipicu peristiwa besar lainnya. Pada Juni 2025, Iran terlibat perang selama 12 hari dengan Israel. Konflik itu merusak infrastruktur di sejumlah kota dan menguras keuangan negara.

Belum pulih dari dampak perang, pada September 2025, Perserikatan Bangsa-Bangsa kembali memberlakukan sanksi ekonomi terkait program nuklir Iran. Dewan Keamanan PBB menolak pencabutan sanksi secara permanen.

Sanksi tersebut membatasi perdagangan dan akses Iran ke devisa. Tekanan terhadap rial pun semakin berat.

Di dalam negeri, kebijakan pemerintah ikut menambah beban masyarakat. Desember 2025, Iran menerapkan sistem baru subsidi bahan bakar. Dalam praktiknya, harga bensin naik, meski sebelumnya dikenal sebagai salah satu yang termurah di dunia.

Pemerintah juga berencana meninjau harga bahan bakar setiap tiga bulan. Artinya, peluang kenaikan lanjutan terbuka lebar.

Pada saat bersamaan, bank sentral menghapus nilai tukar khusus bersubsidi untuk impor, kecuali untuk obat-obatan dan gandum. Kebijakan ini diperkirakan mendorong kenaikan harga pangan lebih lanjut.

Keluhan warga pun semakin keras terdengar. Harga produk susu dilaporkan naik hingga enam kali lipat dalam setahun. Sejumlah barang kebutuhan lain bahkan melonjak lebih dari sepuluh kali lipat.

Kondisi inilah yang memantik kemarahan publik. Krisis ekonomi kini bukan sekadar angka statistik, melainkan realitas pahit yang dirasakan langsung masyarakat Iran, dari pasar tradisional hingga ruang-ruang protes di jalanan. (RE)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami 

Tags: DollarKrisis Ekonomi
Previous Post

Kebutuhan 643 Guru PJLP Belum Terpenuhi, Disdikbud Balikpapan Buka Seleksi Lanjutan

Next Post

BEM Stiper Kutim Resmi Dilantik, Mahasiswa Siap Kawal Isu Hutan dan Lingkungan

BACA JUGA

Inflasi Kaltim Maret 2026 Tembus 3,31 Persen, Samarinda Tertinggi Produk Tak Layak Edar Ditemukan di Pasar dan Ritel Balikpapan Stok Pangan di Bontang Aman Meski Harga Telur Naik

Inflasi Kaltim Maret 2026 Tembus 3,31 Persen, Samarinda Tertinggi

3 April 2026 | 10:04
Ribuan UMKM di Kaltim Serap KUR Rp785,62 Miliar, Sektor Perdagangan Mendominasi Bontang Catat Pertumbuhan Kredit UMKM Tertinggi di Kaltim

Ribuan UMKM di Kaltim Serap KUR Rp785,62 Miliar, Sektor Perdagangan Mendominasi

2 April 2026 | 07:14
Harga Sawit Kaltim Menguat di Akhir Maret 2026 Harga TBS Sawit Kaltim Naik Akhir Januari 2026, Pendapatan Petani Ikut Terdongkrak Petani Plasma Kaltim Sumringah, Harga TBS Tembus Rp 3.350 per Kg Pekebun di Kaltim Paling Sejahtera sepanjang November 2023, Penyebabnya?

Harga Sawit Kaltim Menguat di Akhir Maret 2026

1 April 2026 | 07:31
Ekonomi Kutim Lepas dari Jurang Tambang, Pertumbuhan Non-Migas Melesat 11 Persen

Ekonomi Kutim Lepas dari Jurang Tambang, Pertumbuhan Non-Migas Melesat 11 Persen

27 Maret 2026 | 21:28
Ekspor Kaltim Anjlok, Batubara dan CPO Alami Penurunan Ekspor Nonmigas Kaltim Naik 27,21 Persen

Ekspor Kaltim Anjlok, Batubara dan CPO Alami Penurunan

26 Maret 2026 | 16:39
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,85 Juta per Gram, Buyback Turun

Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,85 Juta per Gram, Buyback Turun

26 Maret 2026 | 14:10
Next Post
BEM Stiper Kutim Resmi Dilantik, Mahasiswa Siap Kawal Isu Hutan dan Lingkungan

BEM Stiper Kutim Resmi Dilantik, Mahasiswa Siap Kawal Isu Hutan dan Lingkungan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

30 Maret 2026 | 19:05
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026 Jadwal Kapal Pelni Juli 2025 dari Balikpapan dan Bontang, Cek Lengkapnya di Sini Jadwal Kapal Pelni Balikpapan Juli 2025 Resmi Rilis, Cek Tanggal dan Rute Lengkapnya di Sini

Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026

29 Maret 2026 | 21:14
Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya Jalur Laut Masih Rawan, Polres Bontang Perketat Pengawasan Narkoba di Pelabuhan

Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya

29 Maret 2026 | 20:24
Curhatan ASN Bontang soal Rencana Pemangkasan TPP

Curhatan ASN Bontang soal Rencana Pemangkasan TPP

1 April 2026 | 07:21

Terbaru

Pengeroyokan di Depan LBAK Samarinda, Polisi Amankan Dua Parang dan Satu Sangkur

Pengeroyokan di Depan LBAK Samarinda, Polisi Amankan Dua Parang dan Satu Sangkur

3 April 2026 | 21:05
Penggerebekan di Kembang Janggut, Polres Kukar Temukan Tas Berisi 8,05 Gram Sabu

Penggerebekan di Kembang Janggut, Polres Kukar Temukan Tas Berisi 8,05 Gram Sabu

3 April 2026 | 20:30
IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daratan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daraan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak Libur Lebaran, 62.500 Pengunjung Padati IKN dalam Sehari

IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daratan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak

3 April 2026 | 20:18
Kontras di Balik Lesunya Properti Balikpapan: Rumah Mewah Justru Laris Gratis Pajak dan Izin Bangunan, Penajam Paser Utara Targetkan Pertumbuhan Sektor Properti

Kontras di Balik Lesunya Properti Balikpapan: Rumah Mewah Justru Laris

3 April 2026 | 20:03

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved