PRANALA.CO, BONTANG – Dinas Kesehatan, Diskes Bontang menggelar sosialisasi Keamanan Pangan, Obat, Kosmetik, dan Obat Tradisional di Hotel Grand Mutiara Bontang, Kamis, 26 September 2024 lalu.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang bertujuan untuk menciptakan konsumen cerdas dan kritis terhadap produk yang beredar di pasaran.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Mohd. Faizal, Apt, seorang Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda dari Balai Besar POM di Samarinda. Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan praktis kepada masyarakat mengenai cara memilih Obat, Makanan, dan Kosmetik yang aman dan berkualitas.
Dalam sambutannya, Kepala Diskes Bontang, Bahtiar Mabe melalui Akhmad Hamid Nuruddin, Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (SDK) menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjamin distribusi produk-produk yang aman dan bermanfaat.
“Tugas pengawasan yang kami emban tidak bisa dilakukan sendiri. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat sebagai konsumen, sangat dibutuhkan untuk menciptakan sistem pengawasan yang efektif,” ungkap Akhmad Hamid.
Kegiatan ini dihadiri berbagai peserta, termasuk pelaku usaha dari sarana distribusi Makanan, Kosmetik, dan Obat Tradisional, serta anggota Dharma Wanita Persatuan Diskes Bontang. Mereka mendapatkan informasi penting mengenai cara memeriksa legalitas produk, memahami label kemasan dengan benar, hingga mengenali produk-produk yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Sementara, Mohd Faizal, dalam pemaparannya, mengingatkan para peserta akan pentingnya kesadaran dan pengetahuan dalam memilih produk.
“Produk pangan, obat, dan kosmetik yang tidak terdaftar atau mengandung bahan berbahaya bisa berdampak serius pada kesehatan. Oleh karena itu, masyarakat harus teliti dalam membeli produk dan memastikan semuanya sesuai standar keamanan,” jelasnya.
Dengan adanya kegiatan ini, Diskes Bontang berharap masyarakat semakin waspada dan cermat dalam memilih produk-produk yang dikonsumsi sehari-hari. Sosialisasi semacam ini tidak hanya menjadi sarana untuk memberikan informasi, tetapi juga untuk memperkuat peran konsumen dalam pengawasan.
Sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan Bontang sebagai kota dengan konsumen yang cerdas dan terinformasi, sehingga dapat melindungi diri dari produk-produk yang tidak aman dan berkualitas rendah. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel



















Comments 5