PENERIMAAN peserta didik baru selalu menjadi momen krusial yang menguras emosi dan tenaga para orang tua. Tahun ini, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kaltim 2026 menghadirkan cerita berbeda seiring dengan diterapkannya kebijakan sistem terintegrasi untuk pertama kalinya.
Namun, gebrakan baru ini tidak berjalan mulus tanpa hambatan. Pada hari pertama pendaftaran, ketegangan sempat melanda para wali murid akibat adanya gangguan teknis berupa server down yang membuat proses akses menjadi terhambat.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim), Rahmat Ramadhan, mengakui adanya kendala tersebut. Menurutnya, tahun ini merupakan momentum transisi besar karena seluruh kabupaten dan kota di Kaltim kini disatukan dalam satu sistem terpusat.
"Sebelumnya, masing-masing kabupaten dan kota mengelola sistemnya sendiri. Tahun ini seluruh daerah digabung dalam satu sistem yang dikelola bersama Diskominfo Kaltim. Dalam proses awal tentu ada tantangan, salah satunya gangguan server pada hari pertama," ujar Rahmat dalam Dialog Publika TVRI Kaltim.
Menyadari kepanikan yang mulai muncul di masyarakat, Disdikbud Kaltim langsung bergerak mengambil langkah cepat. Skema alternatif disiapkan guna mengantisipasi jika gangguan berlangsung dalam waktu yang lama.
Pembagian waktu akses pendaftaran akhirnya diterapkan demi mengurai kepadatan pengguna yang menyerbu situs dalam waktu bersamaan. Langkah ini terbukti efektif menurunkan beban kerja server penampung data.
Selain perbaikan sistem, Disdikbud juga menyiagakan posko bantuan (helpdesk). Posko ini tersebar mulai dari tingkat dinas, cabang dinas, hingga di sekolah-sekolah untuk memberikan pendampingan langsung bagi orang tua yang kebingungan.
Rahmat menegaskan bahwa penyatuan sistem ini esensial demi menghadirkan standar pelayanan yang adil dan seragam di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Target ke depan, petunjuk teknis akan semakin diselaraskan agar prosesnya jauh lebih sederhana serta efisien.
Langkah pembenahan ini mendapat atensi khusus dari Ombudsman RI Perwakilan Kaltim. Asisten Pencegahan Maladministrasi Ombudsman Kaltim, Ignasius Ryan Gamas, menyebut pihaknya terus mengawasi jalannya SPMB dari tahun ke tahun.
Meski sempat menerima keluhan masyarakat di hari pertama, Ombudsman mengapresiasi respons cepat pemerintah provinsi dalam menangani kendala di lapangan, termasuk kebijakan penyesuaian jadwal pendaftaran.
"Kami mengapresiasi semangat perbaikan ini. Memang ada keluhan di hari pertama, namun langkah cepat untuk penyesuaian jadwal dan penanganan kendala langsung dilakukan," kata Ryan.
Ia mengingatkan, digitalisasi sektor pendidikan wajib terus diperkuat. Mengingat pendidikan adalah hak dasar masyarakat, masalah teknis seperti server down seharusnya bisa dimitigasi lebih matang sejak awal agar tidak berulang di masa mendatang. [RE]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















