MASA libur sekolah sering kali memicu kekhawatiran para orang tua terkait pergaulan anak-anak mereka. Mengantisipasi hal itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda bergerak cepat membentengi kota dari peredaran minuman keras (miras) ilegal.
Langkah ini diambil demi menjaga ketertiban masyarakat sekaligus memastikan ruang publik tetap aman bagi remaja yang sedang menikmati liburan.
Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswantini, menegaskan bahwa pasukannya tidak akan mengendurkan pengawasan sedikit pun. Bersama personel gabungan dari TNI, Polri, hingga Detasemen Polisi Militer (Denpom), patroli skala besar terus digulirkan secara acak.
"Dalam penegakan perda kami tidak mengenal hari libur," ujar Anis dengan nada tegas dikutip, Kamis, 2 Juli 2026.
Menurut Anis, komitmen ini merupakan harga mati untuk memastikan tidak ada ruang bagi pelanggar hukum yang memanfaatkan kelengahan petugas di musim liburan.
Bukan hanya menyisir toko kelontong atau agen nakal yang nekat menjual miras tanpa izin, petugas juga memperluas radius pengawasan. Tempat Hiburan Malam (THM) dan zonasi Pedagang Kaki Lima (PKL) masuk dalam radar pemantauan intensif.
Meski bergerak dengan kekuatan penuh, Anis memastikan jajarannya tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan terukur. Petugas di lapangan dilarang bertindak represif tanpa dasar yang jelas.
"Kalau ada pelanggaran akan kami tindak, tetapi tidak serta-merta langsung disikat karena kami juga memiliki SOP yang harus dijalankan," jelasnya.
Anis menyadari betul bahwa akar masalah peredaran miras ilegal ini bukan sekadar urusan pasokan. Ada lingkaran setan yang melibatkan permintaan tinggi dari konsumen di lapisan masyarakat.
Baginya, seketat apa pun razia yang digelar, hasilnya tidak akan pernah permanen jika pola pikir masyarakat belum berubah. Peredaran barang haram ini akan terus bersemi selama pasarnya masih subur.
"Terpenting adalah kesadaran masyarakat. Selama masih ada yang membeli dan menjual, persoalan ini akan terus ada," ungkap Anis secara reflektif.
Oleh karena itu, Satpol PP Samarinda kini mengombinasikan tindakan tegas di lapangan dengan sosialisasi yang menyentuh ruang publik. Menjaga masa depan generasi muda Samarinda selama liburan ini harus menjadi gerakan bersama, bukan cuma tugas aparat berpakaian seragam. [JUN]
















