Pranala.co, SANGATTA – Kunjungan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan. Dalam agenda tersebut, Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, menyerahkan secara simbolis bantuan pendidikan melalui program Gratispol kepada mahasiswa di Sangatta, Selasa (24/2/2026).
Sebanyak 254 mahasiswa dari tiga perguruan tinggi swasta di Kutai Timur menerima manfaat program tersebut. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp2,567 miliar.
Tiga perguruan tinggi yang menerima bantuan yakni Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta dengan 66 mahasiswa penerima, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusantara Sangatta sebanyak 166 mahasiswa, dan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Kutai Timur dengan 22 mahasiswa.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Gratispol yang digulirkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mendukung akses pendidikan tinggi di Benua Etam.
Gubernur Kaltim menjelaskan, program ini diberikan kepada 52 perguruan tinggi di seluruh Kalimantan Timur, baik negeri maupun swasta.
“Program ini mencakup mahasiswa semester 1 sampai semester 8, dengan catatan ada batasan usia,” ujarnya.
Menurut Rudy, seluruh perguruan tinggi di Kutai Timur berstatus swasta dan tidak menggunakan sistem uang kuliah tunggal (UKT). Berdasarkan survei pemerintah provinsi, biaya kuliah jika dihitung setara UKT berkisar antara Rp5 juta hingga Rp7 juta per semester.
Melalui Gratispol, mahasiswa cukup mengurus administrasi langsung ke kampus masing-masing tanpa terbebani biaya tersebut, sepanjang memenuhi persyaratan.
Namun, Gubernur Kaltim menegaskan bahwa mahasiswa yang telah menerima beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur maupun pihak swasta tidak dapat lagi menerima bantuan Gratispol.
“Yang dihitung adalah mahasiswa yang belum mendapatkan beasiswa. Ini bagian dari pemerataan agar semua mahasiswa Kalimantan Timur memiliki kesempatan yang sama,” tegasnya.
Program Gratispol, lanjut Rudy, dirancang sebagai upaya memperluas akses dan pemerataan pendidikan tinggi di Kalimantan Timur. Pemerintah provinsi berharap tidak ada lagi anak daerah yang tertunda kuliahnya karena kendala biaya. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















