Pranala.co, BONTANG – Aparat kepolisian masih menyelidiki identitas orang tua bayi laki-laki yang ditemukan di bak mobil pikap milik warga di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Bayi tersebut ditemukan pada Senin (16/2/2026) dini hari dalam kondisi masih hidup dan ari-arinya belum terlepas.
Penyelidikan dilakukan jajaran Polres Bontang dengan melibatkan sejumlah pihak. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bontang, AKP Randy Anugrah Putranto, menyatakan pihaknya terus berupaya mengungkap siapa orang tua bayi tersebut.
“Kami sudah membuka posko pengumpulan data. Ibu-ibu dengan usia kehamilan mendekati waktu penemuan bayi akan kami panggil dan dimintai keterangan satu per satu,” ujar Randy, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, polisi berkoordinasi dengan puskesmas dan posyandu setempat untuk mendata ibu hamil yang usia kandungannya mendekati masa persalinan. Langkah ini ditempuh guna mempersempit kemungkinan dan mempercepat proses identifikasi.
Selain pendataan, polisi juga berupaya menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal.
“Di dekat lokasi memang ada CCTV, tetapi kondisinya tidak aktif,” katanya.
Meski menghadapi kendala, aparat memastikan penyelidikan tetap berjalan. “Tim masih bergerak di lapangan. Setiap perkembangan akan kami sampaikan,” tegas Randy.
Peristiwa penemuan bayi itu terjadi sekitar pukul 02.45 Wita di garasi salah satu rumah di Jalan Poros Muara Badak–Samarinda, Gunung Batu RT 3, Desa Tanah Datar.
Penemuan bermula saat pemilik mobil mendengar suara tangisan bayi dari arah luar rumah. Setelah diperiksa, ia terkejut mendapati seorang bayi laki-laki terbaring di bak pick-up miliknya. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat yang selanjutnya meneruskan informasi ke pihak kepolisian.
Petugas dari Polsek Muara Badak yang tiba di lokasi segera mengevakuasi bayi ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolsek Muara Badak, Iptu Danang, mengatakan bayi dalam kondisi hidup saat ditemukan dan langsung mendapat perawatan intensif.
“Diduga baru dilahirkan karena ari-arinya masih ada,” ujarnya.
Penyelidikan masih berlangsung, sementara kondisi bayi terus dipantau tenaga medis. Aparat berharap identitas orang tua bayi dapat segera terungkap sehingga proses hukum dan perlindungan anak dapat berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















