Pranala.co, BALIKPAPAN – Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 membawa kabar baik bagi kebersihan Kota Balikpapan. Kekhawatiran akan lonjakan volume sampah selama libur panjang ternyata tidak terbukti. Produksi sampah justru menurun dan tetap terkendali.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan mencatat, selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), volume sampah harian berada di bawah angka normal. Pada hari biasa, timbulan sampah di Balikpapan mencapai sekitar 500 ton per hari. Namun saat libur akhir tahun, angkanya turun ke kisaran 380 hingga 400 ton per hari.
“Selama libur Natal dan Tahun Baru, kondisi persampahan di Balikpapan relatif aman. Produksinya tidak sampai 500 ton per hari, bahkan cenderung menurun,” ujar Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, Senin (5/1/2026).
Sudirman menjelaskan, penurunan volume sampah dipengaruhi oleh berkurangnya aktivitas perkantoran dan sekolah yang tutup selama libur panjang. Aktivitas administratif dan pendidikan yang melambat berdampak langsung pada jumlah sampah harian.
Meski demikian, DLH tidak lengah. Pengawasan tetap dilakukan secara intensif. Fokus diarahkan ke titik-titik rawan penumpukan sampah, seperti kawasan permukiman padat, pusat perbelanjaan, dan lokasi wisata.
“Pengawasan kami fokuskan di area yang berpotensi terjadi lonjakan. Selama liburan, aktivitas masyarakat biasanya bergeser ke permukiman dan tempat rekreasi,” jelasnya.
Menurut Sudirman, lonjakan sampah umumnya terjadi pada waktu tertentu. Terutama saat Ramadan dan Idulfitri. Konsumsi rumah tangga meningkat. Aktivitas sosial juga padat.
“Untuk Nataru ini situasinya berbeda. Konsumsi masyarakat tidak setinggi Lebaran. Karena itu, produksi sampah masih sangat terkendali,” katanya.
Untuk menjaga kebersihan kota, DLH Balikpapan tetap menyiagakan petugas kebersihan selama libur akhir tahun. Meski jumlah personel belum ideal, pelayanan tetap diupayakan berjalan optimal.
“Kami tetap siaga. Tenaga yang ada kami maksimalkan agar kebersihan kota tidak terganggu,” ujar Sudirman.
Selain mengandalkan petugas, DLH juga didukung peralatan modern. Penyapuan jalan dibantu mesin street sweeper. Pengangkutan sampah menggunakan armada compactor. Sejumlah dump truck juga telah beralih ke sistem amrol kontainer yang lebih efisien.
“Dengan peralatan ini, pekerjaan menjadi lebih cepat dan efektif. Tidak terlalu membutuhkan banyak tenaga,” ucapnya.
Kondisi ini menjadi indikator positif bagi pengelolaan kebersihan Kota Balikpapan. Selama libur Nataru, kota tetap terjaga. Bersih. Nyaman.
Capaian tersebut diharapkan dapat dipertahankan. Bahkan ditingkatkan. Agar Balikpapan terus menjadi kota yang ramah lingkungan. Baik bagi warganya, maupun bagi para pendatang. (*)
















