Pranala.co, BONTANG — Pemerintah Kota Bontang terus melangkah menuju konsep kota cerdas atau smart city. Salah satu upaya nyata yang segera direalisasikan adalah penguatan Program Mata Bontang.
Program ini mengandalkan sistem pemantauan lingkungan berbasis kamera pengawas atau Closed-Circuit Television (CCTV). Tujuannya untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di ruang publik.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, mengatakan pada tahun 2026 pihaknya akan menambah 55 unit CCTV baru.
“Untuk mendukung Program Mata Bontang, pada 2026 kami akan memasang 55 CCTV tambahan,” ujar Andi, Senin (5/1).
Seluruh kamera pengawas tersebut akan terhubung langsung ke Command Center yang berada di lantai dua Gedung Auditorium 3D, Jalan Awang Long. Dari ruangan ini, aktivitas di berbagai sudut kota dapat dipantau secara real time.
Andi menjelaskan, infrastruktur pendukung berupa jaringan fiber optik telah rampung dikerjakan pada akhir tahun lalu. Saat ini, Diskominfo tinggal melanjutkan tahapan pemasangan perangkat CCTV di sejumlah titik strategis.
Dengan penambahan tersebut, jumlah CCTV di Kota Bontang akan meningkat signifikan. Dari sebelumnya hanya 11 titik, kini menjadi total 66 titik yang tersebar di berbagai wilayah.
“Sebelumnya ada 11 titik. Jika 55 CCTV baru terpasang, totalnya menjadi 66 titik di seluruh Kota Bontang,” jelasnya.
Diskominfo menargetkan seluruh kamera pengawas itu sudah dapat berfungsi optimal pada awal Mei 2026. Pemantauan lalu lintas, keamanan lingkungan, hingga respons cepat terhadap kejadian darurat diharapkan bisa berjalan lebih efektif.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan akses pemantauan CCTV bagi masyarakat. Rencananya, pantauan kamera dapat diakses melalui Super Apps menggunakan ponsel pintar.
Namun, demi menjaga keamanan data dan memastikan sistem berjalan optimal, aplikasi tersebut masih dalam tahap pengembangan.
“Mudah-mudahan Super Apps ini bisa diluncurkan pada Juni atau Juli tahun ini. Saat ini masih dalam proses pengembangan,” kata Andi.
Ia menambahkan, Super Apps tidak hanya berfungsi untuk pemantauan CCTV. Aplikasi ini dirancang sebagai pintu masuk berbagai layanan pemerintahan digital bagi warga Kota Bontang.
“Harapannya, aplikasi ini bisa mempermudah masyarakat mengakses layanan publik sekaligus mendukung terwujudnya Bontang sebagai kota cerdas,” pungkasnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















