Pranala.co, SANGATTA – Dinas Pariwisata Kutai Timur (Dispar Kutim) mengajukan dua event kebudayaan unggulan untuk masuk dalam kalender event Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2026. Festival Lom Plai dan Festival Sekerat. Keduanya resmi masuk dalam 20 event unggulan Kalimantan Timur.
“Pada saat peluncuran 20 event unggulan Kaltim kemarin, yang masuk dari Kutim adalah Festival Lom Plai dan Festival Sekerat,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dispar Kutim, Akhmad Rifanie, di Sangatta, Minggu (18/1/2026).
Rifanie menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) sebelumnya meminta seluruh kabupaten dan kota menyampaikan daftar event yang siap digelar pada 2026.
Kutai Timur kemudian menyeleksi kegiatan yang paling siap. Pertimbangannya jelas. Anggaran tersedia. Pelaksanaan konsisten. Dan memiliki nilai budaya yang kuat.
“Dua event ini sudah rutin dilaksanakan setiap tahun dan merupakan tradisi budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Kutai Timur,” jelasnya.
Menurut Rifanie, Kutai Timur sebenarnya memiliki banyak event kebudayaan potensial lainnya. Namun, tidak semua bisa diajukan tahun ini. Kepastian anggaran menjadi faktor penentu.
“Ada beberapa event lain yang ingin kami masukkan, tetapi kepastian anggarannya belum ada,” ungkapnya.
Selain itu, Dispar Kutim juga telah memetakan event berdasarkan skalanya. Mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Salah satunya Festival Lom Plai.
Saat ini, festival tersebut kembali diperjuangkan agar masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang digelar Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
“Kalau sudah masuk event nasional, otomatis kementerian akan membantu promosi dan publikasi,” kata Rifanie.
Dampaknya diharapkan langsung terasa. Jumlah wisatawan meningkat. Perputaran ekonomi lokal bergerak. Dan Kutai Timur makin dikenal sebagai daerah dengan kekayaan budaya yang hidup.
“Tujuan akhirnya jelas, agar semakin banyak wisatawan datang ke Kutai Timur,” pungkasnya.
Dengan masuknya dua event budaya ini ke kalender wisata Kaltim 2026, Kutai Timur tak hanya menjaga tradisi, tetapi juga membuka ruang lebih luas bagi pariwisata berbasis budaya. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















