PENGUNGKAPAN kasus peredaran narkotika di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kota Bontang, tak hanya menyeret pelaku ke proses hukum. Muncul kekhawatiran baru: keluarga yang ditinggalkan berpotensi ikut terjerumus ke jaringan narkoba karena tekanan ekonomi.
Kondisi itu yang kini menjadi perhatian Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang. BNN turun langsung ke tiga wilayah yang dinilai rawan, yakni RT 05, RT 17, dan RT 20, untuk mencegah peredaran narkotika kembali tumbuh di lingkungan tersebut, Rabu (20/5/2026).
Kepala BNN Bontang, Lulyana Ramdani, bilang dampak kasus narkotika kerap melebar jauh setelah penangkapan dilakukan. Ketika seorang pengedar ditahan, keluarga yang ditinggalkan sering kehilangan sumber penghasilan utama.
“Istri yang tidak bekerja harus menanggung beban keluarga. Anak-anak juga bisa terdampak. Ini yang sering tidak terlihat,” kata Lulyana.
Menurut dia, situasi itu dapat menjadi pintu masuk munculnya pelaku baru. Dalam kondisi ekonomi terdesak, anggota keluarga yang ditinggalkan rentan mengambil jalan pintas agar kebutuhan hidup tetap terpenuhi.
“Kalau tidak ada bantuan atau pendampingan, bisa saja mereka masuk ke lingkaran yang sama karena tuntutan hidup,” ujarnya.
Karena itu, BNN Bontang tidak hanya melakukan pendekatan penindakan, tetapi juga mulai menggerakkan intervensi berbasis masyarakat melalui Satuan Tugas Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM). Para ketua RT diminta mengumpulkan warga untuk diberi pemahaman mengenai pola peredaran narkoba dan cara mengenali tanda-tandanya sejak dini.
Dia menilai peredaran narkotika di lingkungan padat penduduk sering bergerak senyap. Warga baru menyadari ketika penangkapan terjadi. Padahal, menurut Lulyana, kewaspadaan warga menjadi salah satu kunci memutus rantai peredaran.
“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan paling kecil. Kalau warga peduli dan cepat melapor, ruang gerak peredaran narkoba bisa dipersempit,” katanya.
Selain edukasi, program IBM juga akan memetakan persoalan sosial lain yang ditemukan di lapangan, mulai dari pengangguran hingga keluarga rentan miskin. Data itu selanjutnya dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















