WARGA Kalimantan Timur (Kaltim) kini bisa sedikit bernapas lega. Dalam sebulan terakhir, jajaran Polda Kaltim bergerak masif menyisir jalanan untuk memburu para pelaku kriminal yang selama ini mengusik ketenangan publik.
Hasilnya cukup mengejutkan. Sebanyak 81 tersangka berhasil diringkus dari berbagai penjuru Bumi Etam. Mereka adalah para pelaku yang kerap beraksi di kegelapan malam, mulai dari pencuri motor hingga begal yang tak segan melukai korbannya.
Kapolda Kaltim, Irjen Pol. Endar Priantoro, menegaskan bahwa operasi ini merupakan jawaban atas keresahan masyarakat. Sejak 1 Mei hingga 2 Juni 2026, polisi tidak berhenti mengejar para "pemain" lama maupun baru di dunia hitam jalanan.
Berdasarkan data yang dirilis di Mapolresta Balikpapan pada Rabu (3/6/2026), Samarinda menduduki posisi puncak wilayah paling rawan. Di Ibu Kota Kaltim ini, polisi mengungkap 26 kasus dengan menciduk 34 tersangka.
Angka ini terpaut cukup jauh dari Balikpapan yang berada di posisi kedua dengan 16 kasus dan 18 tersangka. Meski begitu, tingginya angka di dua kota besar ini menunjukkan bahwa pusat keramaian masih menjadi magnet utama bagi para pelaku kriminal.
"Kalau kita bicara sebaran wilayah, yang paling dominan memang Samarinda dengan potensi yang cukup besar. Selanjutnya diikuti Balikpapan," ujar Irjen Endar di hadapan awak media.
Jenis kejahatan yang paling banyak menghantui warga Kaltim ternyata masih berkutat pada masalah klasik: kehilangan harta benda. Pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) mendominasi catatan polisi.
Tercatat ada 25 kasus curat dengan 32 orang tersangka yang kini mendekam di balik jeruji besi. Sementara untuk urusan motor hilang atau curanmor, polisi membongkar 24 kasus yang melibatkan 31 tersangka.
Tak hanya itu, polisi juga menyikat pelaku pencurian dengan kekerasan (curas), pemilik senjata tajam ilegal, hingga pelaku penganiayaan yang kerap membuat suasana jalanan mencekam.
Irjen Endar menjelaskan, pihaknya tidak hanya sekadar menangkap pelaku saat kejadian. Polisi menerapkan strategi tiga lapis: preemtif, preventif, dan represif.
"Kami melakukan langkah pencegahan hingga penegakan hukum yang tegas. Targetnya jelas, memberikan rasa aman agar masyarakat tidak waswas saat harus keluar rumah," tegas jenderal bintang dua tersebut.
Selain mengamankan para tersangka, sejumlah barang bukti mulai dari motor hasil curian hingga senjata yang digunakan untuk beraksi turut dipamerkan. [RIL/DIAS]
















