Sangatta, PRANALA.CO – Kabar baik datang bagi ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Pemerintah daerah memastikan seluruh tambahan penghasilan pegawai (TPP) bagi PPPK akan dibayarkan, seiring dengan kesiapan anggaran daerah tahun 2025.
Kepastian itu disampaikan langsung Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kutim, Ade Achmad Yulkafilah. Ia menegaskan, pembayaran tunjangan bagi PPPK disesuaikan dan disetarakan dengan tunjangan untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS). Berdasarkan golongan dan kelas jabatan masing-masing.
“Kalau soal tunjangan, prinsipnya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Dan pemerintah sudah siapkan semuanya,” kata Ade saat ditemui di Sangatta, Rabu (23/4/2025).
Sebanyak 3.703 PPPK yang baru saja dilantik pada 16 April lalu, akan segera menerima gaji setelah terbitnya Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT). Target pencairan gaji perdana: Mei.
Ade menjelaskan, TPP dihitung dengan formula yang mempertimbangkan kapasitas fiskal daerah, indikator kinerja, dan skor indeks penyelenggaraan pemerintahan. Besaran tunjangan sendiri sangat bervariasi—mulai dari Rp1,54 juta untuk kelas jabatan 1, hingga Rp29,2 juta untuk kelas jabatan 15.
“Kami gunakan dasar Peraturan Bupati Nomor 38 Tahun 2024, yang mengatur TPP ASN di Kutim tahun 2025,” imbuhnya.
Pemkab Kutim bahkan menetapkan komitmen untuk memaksimalkan alokasi anggaran TPP hingga 30 persen dari kapasitas yang dimiliki.
Meski terjadi efisiensi anggaran di beberapa sektor, Ade memastikan belanja pegawai tetap menjadi prioritas utama. Menurutnya, tunjangan ASN adalah belanja wajib yang tidak boleh dikurangi sembarangan.
“Tidak mungkin kita mengefisiensikan dari sisi belanja pegawai. Ini komitmen Bupati Kutim, dan kami jaga penuh,” tegasnya.
Namun, Ade juga menambahkan catatan penting. Besaran TPP ASN tidak bersifat tetap dan bisa saja mengalami perubahan tergantung kondisi keuangan daerah.
“Kalau keuangan daerah turun, maka TPP juga bisa turun. Tapi sejauh ini, kondisinya masih stabil,” ujarnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami




















Comments 3