Pranala.co, BONTANG – Ribuan lowongan kerja terbuka di Bontang lewat proyek besar Turn Around (TA). Namun, tak semuanya berjalan lancar. Beberapa posisi bahkan sempat ditarik mendadak. Meski begitu, peluang masih terbuka lebar, terutama di sektor industri kimia yang sedang menggeliat.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang, Abdu Safa Muha, menjelaskan bahwa awalnya ada dua perusahaan besar yang siap membuka rekrutmen massal. Yakni PT Pupuk Kaltim (PKT) dan grupnya dari sektor kimia, serta PT Badak NGL dari sektor migas.
“Kami sempat umumkan lowongan dari PT Badak. Tapi ditarik lagi karena belum ada restu dari manajemen pusat. Tentu kami sangat menyayangkan hal itu,” kata Abdu saat memantau hari terakhir pelaksanaan Job Fair, Jumat (25/7/2025), di Gedung Koperasi Karyawan PKT. Ia didampingi Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Kerja, Lukmanul Hakim.
Meski ada yang ditarik, gelombang rekrutmen tetap berlangsung. Salah satunya dari proyek TA yang dijalankan PKT. Proyek ini menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Namun, uniknya, kebutuhan tenaga helper justru belum terpenuhi.
“Biasanya helper cepat terpenuhi. Tapi kali ini justru langka. Artinya, tenaga kerja jenis ini memang sedang habis,” ujar Safa.
Karena kekurangan itu, ada perusahaan yang bahkan memperpanjang masa rekrutmen. Ini menjadi peluang besar bagi para pencari kerja lokal.
Tiga Perusahaan Baru Buka Lowongan
Disnaker juga mengungkap bahwa akan ada tiga perusahaan tambahan yang membuka lowongan. Dua berasal dari Balikpapan, satu lagi dari Bontang. Semuanya akan terlibat dalam proyek TA milik Kaltim Pharma Industri (KPI).
Lowongan dari perusahaan tersebut dibuka hingga Senin (28/7). Pelamar bisa langsung datang ke lokasi Job Fair hingga Jumat malam. Atau mendaftar ke Kantor Disnaker Bontang pada Jumat dan Senin hingga pukul 12.00 WITA.
Selain membuka lowongan, Disnaker juga menyiapkan strategi jangka panjang. Mereka ingin memperluas pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja.
“Kami tidak hanya bicara rekrutmen. Tahun depan, kami targetkan menggandeng 50 perusahaan untuk perluas pelatihan kerja,” ujar Safa.
Disnaker juga berencana menggelar pelatihan di luar gedung kantor agar bisa menjangkau lebih banyak peserta.
“Bukan cuma di ruangan ini. Jumlah peserta ke depan akan jauh lebih besar. Karena itu, kami akan perluas jangkauan pelatihan,” tandasnya. (fr)

















