
Jakarta, PRANALA.CO — Tak ingin terus terjebak dalam masalah jadwal rapat yang bertubrukan, DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) bergerak cepat. Dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, rombongan anggota dari Badan Anggaran (Banggar), Badan Musyawarah (Banmus), dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) bertandang ke DPRD DKI Jakarta, Rabu (7/5/2025).
Rombongan berjumlah 18 orang ini — antara lain Guntur, Sapto Setyo Pramono, Didik Agung, Safuad, Shemmy Permata Sari, hingga Sigit Wibowo dan Damayanti — disambut hangat oleh Anggota Banggar DPRD DKI Jakarta, Bun Joi Phiau.
Bukan sekadar silaturahmi, kunjungan ini punya misi penting: sinkronisasi penyusunan jadwal kegiatan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Menurut Hasanuddin Mas’ud, DPRD Kaltim tengah serius membenahi mekanisme penyusunan jadwal agar tugas dan fungsi kedewanan bisa berjalan lebih optimal, terutama dalam kaitannya dengan pengelolaan keuangan.
“Kami datang untuk belajar, untuk berbagi pengalaman, khususnya terkait mekanisme tugas Banmus di DPRD DKI Jakarta,” ujar politisi Partai Golkar itu dalam pertemuan.
Hasanuddin mengakui, selama ini penyusunan jadwal kegiatan di DPRD Kaltim masih memiliki banyak kekurangan. Salah satunya, sering terjadi tumpang tindih agenda — misalnya, anggota dewan harus memilih antara rapat komisi, rapat badan, atau pansus yang dijadwalkan berbarengan. Akibatnya, kehadiran dan efektivitas rapat sering tidak optimal.
“Inilah yang ingin kami perbaiki. Kami ingin sistem yang lebih terstruktur seperti yang diterapkan di DPRD DKI Jakarta,” katanya.
Sebagai informasi, Banmus memiliki peran vital dalam menentukan ritme kerja legislatif. Di DPRD Kaltim, peran Banmus menjadi kunci untuk merancang agenda secara rapi dan terukur. Melalui kunjungan ini, diharapkan lahir berbagai terobosan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas kerja DPRD Kaltim ke depannya.
Hasanuddin pun berharap, kolaborasi dan sharing knowledge seperti ini bisa rutin dilakukan. Karena menurutnya, memperbaiki sistem kerja legislatif bukan hanya tugas internal, tetapi juga butuh belajar dari praktik terbaik di tempat lain.
“Kami ingin terus berkembang, demi pelayanan legislatif yang lebih maksimal kepada masyarakat Kalimantan Timur,” pungkasnya. [FAI/ADS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















