Bontang, PRANALA.CO – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) tengah memanaskan mesin kejar target. Tahun ini, mereka diberi tugas tak ringan: mendorong realisasi investasi hingga Rp 2,5 triliun.
Angka itu naik dari target tahun sebelumnya yang “hanya” Rp 2 triliun. Tapi, bukan DPMPTSP Bontang namanya jika hanya menghitung angka tanpa keyakinan. Tahun lalu, saat target masih di angka dua triliun, mereka justru mampu membukukan investasi senilai Rp 2,7 triliun. Lewat dari target, nyaris setengah triliun lebih.
“Makanya tahun ini kami cukup percaya diri. Target naik, tapi insya Allah masih realistis. Kita bahkan ingin tembus lebih dari itu,” ujar Analis Kebijakan Ahli Madya DPMPTSP Bontang, Karel, saat ditemui, Rabu (16/4/2025).
Namun, keyakinan itu tentu tak datang begitu saja. Di baliknya, ada kerja sistematis yang terus digenjot. Salah satunya, kata Karel, adalah memperkuat komunikasi dengan para pelaku usaha.
Bukan sekadar mengirimkan surat edaran atau undangan resmi. Pendekatan dilakukan dengan gaya kekinian: dari Instagram hingga status WhatsApp. Bahkan status pribadi para staf juga dimanfaatkan sebagai pengingat lembut agar pelaku usaha tak lupa melapor kegiatan penanaman modal mereka.
“Kami terus ingatkan soal LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal). Karena dari sanalah semua data investasi itu dihitung,” jelas Karel.
Selain pendekatan persuasif, DPMPTSP Bontang juga menjaga kekompakan lintas dinas. Koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat langsung dalam proses perizinan dijaga ketat. Tujuannya satu: birokrasi tidak boleh menjadi penghambat investasi.
“Kita ingin proses perizinan di Bontang tetap cepat, transparan, dan bersahabat dengan investor. Kalau ini bisa kita jaga, investor akan datang sendiri,” ujarnya.
Dengan strategi yang semakin matang dan pola komunikasi yang lebih terbuka, DPMPTSP berharap Bontang tetap menjadi magnet bagi investor. Bukan hanya dari dalam negeri, tapi juga dari luar.
“Kalau kami hanya bekerja untuk mengejar angka, mungkin target ini akan terasa berat. Tapi kami bekerja untuk menjadikan Bontang sebagai tempat investasi yang nyaman. Soal target, itu akan mengikuti,” pungkas Karel. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami




















Comments 1