Pranala.co, BONTANG – Warga Bontang boleh sedikit lega. Stok beras di kota ini masih aman, setidaknya untuk sembilan hari ke depan.
Data Neraca Strategis Pangan per 12 Agustus 2025 mencatat, ketersediaan beras mencapai 403,99 ton. Meski begitu, harga di lapangan tetap merangkak naik. Saat ini rata-rata sudah tembus Rp17 ribu per kilogram. Padahal, akhir Juni lalu harga masih di kisaran Rp16 ribu.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bontang, Lukman, menyebut ada faktor distribusi yang membuat seolah-olah stok beras kosong di beberapa titik.
“Supermarket dan pasar beda distributor. Jadi kesannya ada yang kosong. Padahal di pasar masih aman,” jelasnya, Jumat (22/8/2025).
Menurutnya, ada pengetatan distribusi dari pusat. Itu imbas dari isu beras oplosan di Kaltim. Akibatnya, konsumen, pedagang, hingga distributor sama-sama lebih berhati-hati dalam mengambil stok. “Hal ini juga yang membuat pasokan terasa melambat,” tambahnya.
Meski begitu, hasil pantauan bersama kepolisian di Pasar Taman Rawa Indah menunjukkan stok beras masih mencukupi. Untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan, Pemkot Bontang juga menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini melibatkan Polres, Kodim, hingga perusahaan swasta.
“Intinya, kondisi pasar terus kita pantau,” tegas Lukman.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Peternakan dan Perikanan (DKP3) Bontang, Ahmad Aznem, menjelaskan rata-rata konsumsi beras warga Bontang mencapai 4,9 kilogram per kapita per bulan. Dengan stok yang ada sekarang, kebutuhan beras diperkirakan aman sampai sembilan hari mendatang.
“Monitoring dilakukan setiap hari. Selain itu, GPM rutin digelar bekerja sama dengan Polres, Kodim, dan mitra lain,” ujar Aznem. (FR)

















