Pranala.co, SAMARINDA – Malam di Kota Tepian mendadak ramai. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda bersama unsur TNI, Polri, dan Polisi Militer menggelar patroli gabungan, Rabu (8/10) malam.
Hasilnya tak main-main: 30 orang atau 15 pasangan tidak sah diamankan dari sejumlah penginapan dan rumah indekos.
Operasi ini menyasar empat lokasi yang diduga kerap dijadikan tempat berbuat mesum oleh pasangan muda-mudi. Lokasi itu antara lain Guesthouse Vivo di Jalan Kebaktian, Hotel Merdeka, Hotel Temindung di Jalan Pelita, dan Kos Rosita 1 di Jalan Antasari.
Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswantini, memimpin langsung operasi tersebut. Ia menyebut, dari hasil penyisiran petugas, ditemukan delapan pasangan di Guesthouse Vivo, satu pasangan di Hotel Merdeka, empat pasangan di Hotel Temindung, dan empat pasangan lainnya di Kos Rosita 1.
“Sebagian dari mereka bukan warga Samarinda. Bahkan ada yang tidak membawa KTP,” ungkap Anis.
Seluruh pasangan kemudian dibawa ke kantor Satpol PP untuk pemeriksaan lanjutan oleh penyidik Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD).
“Beberapa mengaku suami istri, tapi tidak bisa menunjukkan bukti nikah. Ada juga yang bilang menikah siri, tapi dokumennya tidak jelas. Bahkan ada yang mengaku bukti nikahnya ada di HP, tapi ponselnya rusak,” tutur Anis.
Dalam operasi yang sama, petugas juga menertibkan sejumlah manusia silver yang kerap meminta-minta di perempatan lampu merah. Mereka langsung dibawa ke kantor Satpol PP untuk dibina agar tidak kembali beraktivitas di jalan.
Anis menegaskan, operasi gabungan ini bukan sekadar razia, tapi langkah preventif untuk menjaga ketertiban umum dan mencegah keresahan warga.
“Ini bagian dari upaya kami menindaklanjuti laporan masyarakat agar tidak menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban di Samarinda,” tegasnya.
Satpol PP memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin. Tujuannya jelas — menjaga kenyamanan dan moral masyarakat Kota Tepian dari aktivitas yang dianggap melanggar norma dan peraturan daerah.
“Semua yang terjaring akan kami data dan bina. Kami ingin Samarinda tetap menjadi kota yang aman, tertib, dan beradab,” tegas Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswantini. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















