PRANALA.CO, Bontang – Sampah yang berserakan di sepanjang Jalan Ahmad Yani, khususnya di RT 8, 9, 11, dan 22, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, Kota Bontang kembali menjadi perhatian publik. Pemandangan ini memicu keluhan warga yang merasa terganggu dengan kondisi lingkungan yang kumuh dan tidak terawat.
Lurah Api-Api, Hadha Sulistiyono, angkat bicara terkait permasalahan ini. Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih disiplin dalam membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan.
“Kami mengingatkan warga Bontang agar tidak membuang sampah sembarangan. Dari pantauan kami, sampah di lokasi ini bukan hanya berasal dari warga sekitar, tetapi juga dari orang luar, bahkan dari kelurahan lain,” ungkapnya, Rabu (20/11/2024).
Tidak hanya mengimbau, pihak kelurahan juga telah menindaklanjuti dengan bukti konkret. Hadha menyebutkan bahwa pihaknya memiliki rekaman CCTV yang menunjukkan wajah para pelaku pembuangan sampah sembarangan.
“Rekaman CCTV sudah kami miliki. Kami berharap, langkah tegas seperti mempublikasikan wajah-wajah pelaku tidak perlu dilakukan. Namun, jika pelanggaran ini terus berulang, kami siap mengambil tindakan itu sebagai peringatan,” tegas Hadha.
Hadha juga menekankan pentingnya mematuhi jadwal operasional pengangkutan sampah yang telah ditentukan. Sesuai dengan edaran pemerintah, sampah hanya boleh dibuang antara pukul 22.00 hingga 07.00 WITA.
“Kami mendorong warga untuk saling mengingatkan dan ikut berperan menjaga kebersihan lingkungan. Kolaborasi antarwarga menjadi kunci menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman,” tambahnya.
Permasalahan sampah di kawasan ini mencerminkan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan. Pemerintah kelurahan berharap, imbauan ini dapat menjadi awal dari perubahan perilaku masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.
Sebagai langkah antisipasi, publikasi wajah pelaku pembuangan sampah sembarangan di media sosial mungkin menjadi sanksi sosial yang efektif. Namun, Hadha berharap warga dapat mentaati aturan tanpa perlu tindakan lebih lanjut.
“Mari kita mulai dari diri sendiri. Jangan sampai lingkungan kita rusak karena ulah segelintir orang yang tidak peduli,” pungkasnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















Comments 2