Pranala.co, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) sedang berpacu menyiapkan operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Idris di Kecamatan Muara Badak. Namun, pengoperasian rumah sakit tersebut masih menghadapi tantangan besar, yakni kekurangan tenaga kesehatan (nakes).
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengungkapkan bahwa rumah sakit yang telah rampung dibangun itu membutuhkan sedikitnya 364 tenaga kesehatan agar dapat beroperasi secara optimal sesuai standar pelayanan rumah sakit.
“RSUD ini membutuhkan 364 tenaga kesehatan yang terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, tenaga kefarmasian, tenaga laboratorium, radiografer, serta tenaga kesehatan lainnya,” ujar Aulia.
Sebagai langkah percepatan pemenuhan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, Pemerintah Kabupaten Kukar telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) di Jakarta.
Pertemuan tersebut dilakukan bersama Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur Kemenpan RB, Raka Pamungkas, guna membahas dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan layanan kesehatan di Kukar, khususnya untuk operasional RSUD Aji Muhammad Idris.
Langkah koordinasi ini juga menjadi bagian dari upaya optimalisasi pelayanan kesehatan daerah, sejalan dengan regulasi nasional di sektor kesehatan serta kebijakan daerah terkait pembentukan dan tata kelola rumah sakit.
Aulia menjelaskan, kebutuhan tenaga kesehatan yang cukup besar belum sepenuhnya dapat dipenuhi akibat sejumlah keterbatasan. Di antaranya minimnya redistribusi tenaga kesehatan antar-fasilitas pelayanan kesehatan, keterbatasan formasi aparatur sipil negara (ASN), hingga kebijakan pembatasan pengangkatan ASN secara nasional.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada kesiapan operasional rumah sakit, terutama dalam penyediaan layanan kesehatan rujukan secara menyeluruh sesuai standar tipe rumah sakit.
“Akibatnya, operasional layanan belum dapat berjalan penuh, baik dari sisi cakupan maupun mutu pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Kukar menyiapkan sejumlah strategi percepatan. Salah satunya melalui redistribusi dan penataan tenaga kesehatan ASN dari fasilitas pelayanan kesehatan lain di wilayah Kukar.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pembukaan layanan RSUD Aji Muhammad Idris sehingga masyarakat, khususnya warga Kecamatan Muara Badak dan wilayah sekitarnya, dapat segera memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih dekat dan memadai.
Aulia menambahkan, hasil koordinasi dengan Kemenpan RB menunjukkan sinyal positif. Pemerintah pusat disebut berkomitmen membantu penyelesaian persoalan kebutuhan tenaga kesehatan tersebut.
“Kemenpan RB berjanji segera menindaklanjuti permasalahan ini agar RSUD Aji Muhammad Idris dapat segera beroperasi sesuai harapan masyarakat,” katanya.
Kehadiran RSUD Aji Muhammad Idris dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat pesisir Kukar. Selama ini, warga Muara Badak dan sekitarnya masih harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan rujukan. (RED/PEMKAB KUKAR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami














