SAMARINDA, Pranala.co — Aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan geliat positif. Sepanjang Januari hingga Februari 2026, sebanyak 9.537 pelaku UMKM tercatat telah menyerap Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total nilai mencapai Rp785,62 miliar.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Timur, Tjahjo Purnomo, menyebut sektor perdagangan menjadi penyumbang terbesar dalam penyaluran kredit tersebut.
“Sektor perdagangan mendominasi karena perputaran usaha yang cepat, risiko relatif rendah, dan akses pembiayaan yang lebih mudah,” ujarnya di Samarinda, Rabu.
Dari total penyaluran KUR, sektor perdagangan besar dan eceran mencatatkan angka tertinggi dengan nilai Rp261,54 miliar. Sebanyak 3.360 pelaku usaha memanfaatkan kredit di sektor ini.
Di posisi kedua, sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan menyerap KUR sebesar Rp216,81 miliar dengan jumlah debitur mencapai 2.966 orang.
Sementara itu, sektor real estat, usaha persewaan, dan jasa perusahaan menempati posisi ketiga dengan nilai penyaluran Rp104,25 miliar yang dimanfaatkan oleh 595 debitur.
Secara wilayah, penyaluran KUR terbesar berasal dari Kabupaten Kutai Kartanegara. Daerah ini mencatatkan serapan sebesar Rp161,93 miliar, didukung oleh basis usaha produktif seperti pertanian, perkebunan, dan perdagangan.
Di posisi berikutnya, Kota Samarinda mencatatkan penyaluran sebesar Rp151,51 miliar, disusul Kabupaten Paser sebesar Rp108,59 miliar.
Selanjutnya, Kota Balikpapan menyerap Rp107,86 miliar, dan Kabupaten Kutai Timur sebesar Rp71,91 miliar.
Penyaluran KUR juga tercatat di Kabupaten Berau sebesar Rp57,58 miliar, Kabupaten Penajam Paser Utara Rp55,5 miliar, serta Kota Bontang Rp42,59 miliar.
Adapun Kabupaten Kutai Barat mencatatkan serapan Rp26,56 miliar. Sementara itu, Kabupaten Mahakam Ulu menjadi daerah dengan serapan terendah, yakni Rp1,59 miliar.
Tjahjo menilai penyaluran KUR ini menjadi indikator penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor riil yang digerakkan oleh UMK
Dengan akses pembiayaan yang semakin terbuka, diharapkan pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Ke depan, kami berharap penyaluran KUR terus meningkat dan semakin merata, termasuk di wilayah yang masih minim akses pembiayaan,” pungkasnya.



















