PRANALA.CO, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus berupaya mencapai target investasi sebesar Rp 2 triliun pada 2024.
Namun, hingga akhir triwulan II, pencapaian investasi masih setengah dari target dengan total Rp 988,8 miliar, terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 878,6 miliar dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 110,2 miliar.
Analis Kebijakan di DPMPTSP Bontang, Darmawati, menjelaskan bahwa target Rp 2 triliun ini ditetapkan berdasarkan potensi daerah dan rekomendasi dari Kementerian Investasi/BKPM RI.
“Target ini bukan hanya angka formal, tetapi mencerminkan harapan pemerintah untuk memajukan ekonomi Bontang. Kami terus berupaya maksimal meskipun capaian paruh pertama tahun ini masih jauh dari harapan,” jelasnya, Senin (28/10/2024).
Data DPMPTSP menunjukkan, pada triwulan I, investasi PMDN tercatat sebesar Rp 567,4 miliar dan PMA Rp 102,7 miliar. Namun, triwulan II mengalami penurunan signifikan menjadi Rp 311,1 miliar untuk PMDN dan hanya Rp 7,5 miliar untuk PMA. Situasi ini menjadi tantangan yang harus diatasi guna mendorong pertumbuhan investasi di semester kedua.
Guna mencapai target tersebut, DPMPTSP Bontang memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha skala besar maupun kecil melalui program monitoring dan bimbingan teknis yang lebih intensif.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman pelaku usaha terkait pentingnya pelaporan investasi, sekaligus menarik minat investor baru ke Bontang, kota yang dikenal dengan sektor industrinya.
“Selain itu, kami terus berupaya menciptakan iklim investasi yang nyaman bagi investor, didukung dengan fasilitas pemerintah dan regulasi yang lebih mendukung,” tambah Darmawati.
Kendati hasil hingga pertengahan tahun belum memenuhi ekspektasi, DPMPTSP tetap optimistis bahwa dengan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan dukungan pemerintah pusat, target investasi Rp 2 triliun bisa tercapai pada akhir 2024. Tren investasi pada triwulan III dan IV diharapkan menunjukkan peningkatan signifikan agar target ini bisa terwujud.
Darmawati menambahkan bahwa komitmen DPMPTSP tidak hanya untuk mencapai target investasi, tetapi juga untuk memastikan pelaku usaha di Bontang dapat berkontribusi lebih besar pada pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami akan terus memantau dan mendukung pelaku usaha agar perekonomian kota Bontang semakin berkembang,” tutupnya optimistis.
DPMPTSP Bontang berharap strategi ini dapat mendorong realisasi investasi dan memperkuat fondasi ekonomi Bontang di masa mendatang. Diharapkan, dengan adanya langkah-langkah proaktif ini, tren investasi akan mengalami kenaikan pada triwulan berikutnya, menjadikan Bontang sebagai salah satu kota investasi unggulan di Kalimantan Timur. (*)
*) Ikuti berita terbaru PRANALA.co di Google News ketuk link ini dan jangan lupa difollow



















Comments 1