Menu

Mode Gelap
Permukiman Padat Penduduk di Samarinda Kebakaran, 1 Jam Baru Padam Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata Mobil Seruduk 2 Pemotor di Balikpapan, 1 Orang Tewas

Samarinda · 28 Apr 2022 12:19 WITA ·

Pintu Masuk Kalimantan Timur Diperketat


 Aktivitas penjagaan pintu masuk Tenggarong, Kukar saat penerapan Kaltim Silent. Perbesar

Aktivitas penjagaan pintu masuk Tenggarong, Kukar saat penerapan Kaltim Silent.

pranala.co – Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor menerbitkan Surat Edaran (SE) ingin masyarakat taat aturan saat mudik lebaran 2022. SE ini Mencegah terjadi penyebaran Covid-19 pasca atau setelah Lebaran Idulfitri 1443 Hijriah.

Pemprov Kaltim terbitkan Surat Edaran (SE) Gubernur Kaltim Nomor 440/3680/0501-IV/B.Kesra tentang
Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Masa Mudik Lebaran Tahun 2022 Bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN), tertanggal 26 April 2022 yang ditujukan kepada seluruh Bupati/Wali Kota se Kaltim.

“Ini dalam rangka pengendalian penyebaran pandemi Covid-19 di masa mudik lebaran Tahun 2022,” tegas Kepala Biro (Karo) Adpim Setprov Kaltim HM Syafranuddin, Rabu (27/4/2022).

Jadi dilakukan beberapa upaya guna mengurangi tingkat penyebaran Covid dengan diberlakukannya pengetatan pada gerbang masuk Provinsi Kaltim.

Ketentuan yang wajib diingat dan diikuti masyarakat selama melaksanakan perjalanan mudik lebaran sendiri, yaitu setiap orang yang melaksanakan perjalanan dengan kendaraan pribadi maupun umum bertanggung jawab, atas kesehatannya masing-masing, serta tunduk dan patuh pada syarat dan ketentuan yang berlaku.

Setiap PPDN juga wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk Wilayah Provinsi Kaltim. Sementara PPDN dengan moda transportasi udara, laut, darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, penyeberangan, dan antar kota dari dan ke daerah di seluruh Indonesia berlaku ketentuan, yaitu PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosisi ketiga (booster) tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.

Dilanjutkan Ivan, PPDN telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen, yang sampelnya diiambil kurun waktu 1×24 jam atau hasil RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3×24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan dan PPDN.

Untuk yang telah mendapat vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR,  yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3×24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.

“Semua ini sebagai bentuk kehati-hatian kita, agar sama-sama menjaga kesehatan. Dan kita berharap Covid-19 juga segera berakhir setelah lebaran. Kita berdoa bersama,” harap Ivan.

“Melalui surat tersebut, diharapkan Bupati dan Wali Kota dapat menindaklanjutinya,” tegas Ivan melanjutkan. (tik/id)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Permukiman Padat Penduduk di Samarinda Kebakaran, 1 Jam Baru Padam

26 Mei 2022 - 15:19 WITA

IMG 20220526 191708

Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu

26 Mei 2022 - 10:17 WITA

IMG 20220526 105838

Selamat! Pelajar Bontang dan Samarinda Lolos Paskibraka Nasional 2022

26 Mei 2022 - 08:47 WITA

IMG 20220526 090451

Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang

26 Mei 2022 - 01:16 WITA

IMG 20220526 005848

Bengkel hingga Warung Kelontong Samarinda Terbakar saat Pagi Buta

25 Mei 2022 - 10:16 WITA

IMG 20220525 121525

Rekomendasi Rental Mobil di Samarinda yang Tarifnya Tidak Bikin Kantong Bolong

25 Mei 2022 - 07:42 WITA

IMG 20220525 080346
Trending di Samarinda