Peras Warga Tenggarong, Polisi Gadungan Ditangkap

  • Whatsapp
Ilustrasi.

PRANALA.CO, Samarinda – Sepak terjang Medi berakhir. Pria 33 tahun ini ditangkap Satreskim Polresta Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Pelaku pencurian ini tak berkutik saat mobil yang dikendarainya dihentikan polisi. Mobilnya lalu digeledah di sekitar GOR Segiri, Jalan kesuma Bangsa, Samarinda Kota, Senin (30/11) malam.

Warga Sambutan ini merupakan target operasi Polres Kukar. Dia melakukan pencurian. Di setiap calon korbannya, Medi selalu mengaku sebagai anggota Polri. Medi terakhir beraksi melakukan tindak kejahatannya di Tenggarong, dua hari lalu (30/11).

Bacaan Lainnya

Kapolres Kukar, AKBP Irwan Masulin Ginting mengungkapkan kronologi penangkapan Medi. Bermula dari laporan masyarakat yang dirugikan akibat perampasan yang dilakukan Medi. Saat merampas, Medi mengaku sebagai anggota Polres Kukar.

Atas kejadian perampasan itu korban mengalami kerugian Rp 5 juta dan 1 unit ponsel raib. Kejadian tak mengenakan itu bermula saat korban tiba-tiba dihampiri oleh Medi. Saat itu Medi langsung menuduh korban sebagai pengguna narkoba. Padahal tak ada barang bukti narkoba untuk menguatkan dituduh itu. Namun korban dipaksa untuk mengikuti perintah Medi.

“Pelaku mengaku sebagai anggota Reskoba Polres Kukar. Menuduh korbannya sebagai pengguna,” ungkap Irwan saat dikonfirmasi Senin malam (30/11).

Korban selanjutnya dibawa Medi menggunakan mobil. Di sepanjang jalan, Medi meminta korban untuk menyerahkan harta benda yang dibawa. Kemudian korban diturunkan di kawasan kompleks kantor Bupati Kukar.

“Saat diturunkan, korban disuruh menunggu. Alasannya ingin mengambil alat tes urine. Ini untuk memastikan korban adalah pengguna narkoba. Agar lebih meyakinkan, Medi meminta korban tidak ke mana-mana, sebelum dia tiba,” kata Irwan.

Usai berhasil “mewaluh”, Medi kabur ke Samarinda. Korban baru sadar telah ditipu, setelah polisi gadungan itu tak kunjung kembali.

Atas kejadian itu, korban langsung melaporkannya ke Polresta Kukar. Laporan itu langsung ditindaklanjuti Satreskrim Polres Kukar melalui Unit Jatanras Tim Aligator.

Dari hasil penyelidikan, polisi mendapati rekaman CCTV yang berada di area Kantor Bupati Kukar. Singkat cerita, dari hasil penyelidikan itu, polisi berhasil mengantongi identitas pelaku dan langsung melakukan pengejaran ke Samarinda.

Tak butuh waktu lama untuk menemukan keberadaan Medi. Kurang dari beberapa jam setelah kejadian, tepatnya pukul 19.00, polisi dengan mudah menemukan Medi yang tengah mengendarai mobil. Saat itu Medi sedang melintas di Jalan Mulawarman, Samarinda Ilir.

Medi yang tak sadar sedang dibuntuti, kemudian diringkus petugas di kompleks GOR Segiri Samarinda. Tanpa perlawanan, Medi hanya pasrah dan mengangkat kedua tangannya ketika polisi berpakaian sipil menodongkan pistol.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti 9 unit HP, uang diperkirakan berjumlah Rp 5 juta dan sepoket sabu disertai alat hisapnya.

“Setelah kami teliti, ternyata pelaku ini adalah residivis. Sudah dua kali dia ditangkap Polres Kukar dengan kasus serupa. Kedua kejahatan itu dilakukan di Tenggarong,” ucap Irwan di lokasi penangkapan.

Kepada polisi, Medi dengan wajah memelas, mengaku habis menggunakan sabu yang dibelinya dari hasil merampas uang korban terakhirnya.

“Sembilan HP ini hasil dia mencuri dengan modus mengaku sebagai polisi. Semuanya beraksi di Tenggarong. Perbuatannya ini sudah meresahkan,” geram Irwan.

Pelaku beserta barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Kukar guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. “Kami mintai keterangannya lagi. Di mana saja dia sudah beraksi, masih kita kembangkan lagi,” kunci Irwan melansir kaltimsiberindo.co.

Akibat perbuatannya mengaku-ngaku sebagai polisi, serta merampas harta para korbannya, kini Medi harus mendekam di Sel Mapolres Kukar. “Medi bisa kami jerat dua pasal sekaligus. Perihal aksi pencuriannya serta kepemilikan narkotikanya,” pungkasnya. [kis]

Pos terkait