Menu

Mode Gelap

Samarinda · 26 Mei 2022 01:16 ·

Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang


					Penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Jalan Jelawat, Kecamatan Samarinda Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (25/5/2022), diwarnai kericuhan.  Perbesar

Penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Jalan Jelawat, Kecamatan Samarinda Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (25/5/2022), diwarnai kericuhan. 

Tidak hanya memberikan perlawanan dengan mengayunkan parang. Beberapa orang juga dilaporkan menyambangi Kantor UPTD Pasar Sungai Dama diduga hendak mengintimidasi.

pranala.co – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Jalan Jelawat, Kecamatan Samarinda Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (25/5/2022), diwarnai kericuhan.

Para PKL yang enggan ditertibkan melakukan perlawanan menggunakan parang dan balok kayu. Benda itu diayunkan ke arah sejumlah petugas Satpol PP Samarinda.

Tidak ada korban akibat senjata tajam yang diayunkan pedagang ke petugas. Anggota Satpol PP pun memilih mundur dan melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.

Tidak hanya memberikan perlawanan dengan mengayunkan parang ke arah petugas Satpol PP Kota Samarinda saja. Beberapa orang juga dilaporkan menyambangi Kantor UPTD Pasar Sungai Dama diduga hendak mengintimidasi.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun, memerintahkan petugas Satpol PP untuk segera melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Samarinda.

“Saya terima dan saya lihat (foto dan video) tadi. Ada yang sampai bawa senjata tajam parang dan sebagainya. Lebih baik diserahkan saja ke kepolisian,” ungkap Andi Harun

Bahkan, kata Wali Kota Andi Harun, dirinya mendapatkan laporan jika ada empat orang datang dan mencari Kepala UPTD Pasar Sungai Dama, Samarinda.

Andi Harun menyebut tindakan oknum pedagang yang bawa dan mengayunkan parang ke petugas Satpol PP, diduga kuat telah memenuhi unsur pidana. Sehingga lebih baik urusannya dengan pihak kepolisian.

Tindakan memprotes penertiban yang dilakukan pemerintah, sebaiknya tidak dengan cara anarkis. Apalagi sampai memilih ke tindak kekerasan.

Orang nomor satu di Kota Samarinda tersebut, turut menjelaskan alasan dilakukan penertiban terhadap PKL di pinggir jalan itu merupakan untuk kepentingan umum. Yakni, mengurai kemacetan yang kerab terjadi di sekitar Jalan Jelawat dan Jalan Otto Iskandardinata

Andi Harun berharap, proses laporan Satpol PP Samarinda dapat segera ditindaklanjuti pihak kepolisian. Agar tidak ada lagi kejadian serupa terulang di waktu mendatang.

“Saya sudah memerintahkan Satpol PP untuk melanjutkan penertiban di sana. Nanti apakah minggu ini atau minggu depan, tetapi dengan kekuatan penuh, agar program pemerintah tidak ada yang halangi,” tegasnya. [DWI]

Artikel ini telah dibaca 55 kali

Avatar of Suriadi Said badge-check

Editor

Baca Lainnya

Tipu Daya Perantau Pakai Gendam, Korbannya 7 Lansia di Samarinda

5 Juli 2022 - 07:31

Tipu Daya Perantau di Samarinda Pakai Gendam Korbannya 7 Lansia 1

Prakiraan Cuaca di Wilayah Kaltim Selasa 5 Juli 2022

5 Juli 2022 - 06:15

suasana bmkg

Telapak Tangan Misterius Ditemukan Mengapung di Sungai Mahakam

4 Juli 2022 - 20:27

pranala.

Khusus Putra-Putri Kaltim, Mulai Hari Ini UNESA Buka Pendaftaran Beasiswa Full S1 PLB

4 Juli 2022 - 19:29

Syarat Naik Pesawat Terbaru per Juli 2022 Semua Maskapai Penerbangan

4 Juli 2022 - 15:04

bandara Sepinggan

Pedagang Hewan Kurban Lokal jadi Untung

4 Juli 2022 - 14:16

IMG 20220520 092015
Trending di Samarinda