KUKAR, Pranala.co – Warga Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pemuda yang tergantung di sebuah pohon dalam area kebun milik warga, Jumat (16/5/2025) siang.
Korban diketahui berinisial AN (24), warga RT 015 Desa Jembayan. Ia dilaporkan hilang sejak Minggu (11/5/2025) oleh pihak keluarga setelah tidak kunjung pulang ke rumah.
Hari-hari penuh harap pencarian itu berakhir pilu. Ayah kandung korban, Jumriadi, menjadi orang pertama yang menemukan jasad putranya dalam kondisi telah membusuk dan tergantung di pohon Lay, di kebun milik H Idris yang terletak di Jalan Padat Karya RT 001.
“Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah tidak utuh dan menimbulkan aroma menyengat. Di dekat lokasi juga ditemukan barang-barang milik korban seperti handphone, sandal, dan tali nilon sepanjang dua meter yang diduga digunakan untuk gantung diri,” ungkap Kapolsek Loa Kulu, AKP Elnath S.W. Gemilang, dikutip keterangannya, Sabtu (17/5/2025).
Pihak kepolisian yang dipimpin langsung Kanit Reskrim Ipda Andik Fitriadi bersama Tim Inafis Polres Kukar dan relawan segera turun ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi dan olah TKP.
Korban sendiri terakhir kali terlihat meninggalkan rumah pada siang hari lima hari sebelum ditemukan, dan tidak lagi bisa dihubungi sejak saat itu.
“Sang ayah mengaku mendapat firasat kuat untuk kembali mengecek lokasi kebun, dan ternyata benar—korban ditemukan di sana. Ini adalah tragedi yang sangat menyedihkan,” kata Kapolsek.
Pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum maupun autopsi dan menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Jenazah AN kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
Sebagai langkah lanjut, kepolisian telah memasang garis polisi dan mengumpulkan keterangan dari para saksi guna melengkapi dokumen investigasi.
Kapolsek Elnath juga mengimbau warga agar lebih peka terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekeliling mereka.
“Kami mengingatkan masyarakat agar jangan ragu mencari bantuan jika merasa terbebani masalah. Tekanan batin yang tidak tersalurkan bisa berujung fatal. Silakan hubungi pihak berwenang jika ada tanda-tanda gangguan psikologis pada anggota keluarga,” tegasnya. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















