Bontang, PRANALA.CO — Bagi Sem Nalpa Mario Guling, menyerap aspirasi warga bukan sekadar agenda reses semata. Politisi muda dari Partai Gerindra Bontang ini kembali turun ke lapangan, menyimak langsung suara masyarakat Bontang Barat yang bertumpu pada empat hal utama: kebutuhan pemakaman muslim, penanganan banjir, konflik tambang galian C ilegal, serta minimnya infrastruktur dasar.
Di hadapan warga dan tokoh masyarakat, Sem Nalpa menegaskan komitmennya. “Saya selalu mendorong agar persoalan ini dibahas serius bersama Pemkot dan stakeholder terkait,” ucapnya, Rabu (23/4/2025) menyoroti permasalahan pemakaman muslim di Bontang Barat yang hingga kini belum menemui titik terang.
Masalah lahan pemakaman memang kerap menjadi polemik di kota kecil yang kian padat. Warga mengeluh tidak memiliki tempat yang layak untuk memakamkan anggota keluarga mereka. Sem pun bersikeras agar solusi konkret segera diambil, demi ketenangan batin umat.
Tak hanya soal pemakaman, Sem juga menyoroti persoalan banjir yang disampaikan Ketua RT 1 Kelurahan Kanaan. Menurutnya, banjir sudah menjadi masalah klasik yang harus diselesaikan dengan pendekatan serius. “Kita akan dorong evaluasi sistem drainase. Kalau perlu, anggarannya kita tambah di APBD berikutnya,” katanya.
Tapi bukan Bontang Barat namanya jika tak bicara soal tambang ilegal. Konflik berkepanjangan akibat aktivitas penambangan liar yang meresahkan warga juga masuk dalam daftar perhatian Sem Nalpa. Ia menyatakan kesiapannya menjadi mediator, mempertemukan para penambang, warga terdampak, dan pemerintah dalam satu meja.
“Konflik ini sudah terlalu lama. Harus ada dialog, bukan saling menyalahkan. Saya siap jadi jembatannya,” ucap Sem mantap.
Sorotan lain datang dari masalah infrastruktur dasar. Di tengah geliat pembangunan, nyatanya masih ada kawasan yang belum tersentuh listrik dan air bersih. Namun kabar baik datang dari Sem. Ia menyebut bahwa 30 unit lampu penerangan akan segera dipasang di Kanaan, 25 titik lagi menyusul di Telihan dan Belimbing.
“Puji Tuhan, ini sudah ada solusi konkret. Tapi saya minta masyarakat ikut terlibat. Tahu lokasi, tahu kebutuhan. Jadi penerangannya benar-benar bermanfaat,” tuturnya.
Lebih dari sekadar menyampaikan janji, Sem Nalpa tampil sebagai sosok yang membuka ruang dialog, menerima kritik, dan menggandeng warga sebagai mitra. Ia percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci agar program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan di lapangan.
“Saya salut, karena masyarakat tidak hanya menyampaikan keluhan, tapi juga memberi solusi. Inilah gotong royong yang harus kita jaga,” pungkasnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















