Pranala.co, SAMARINDA – Big Mall Samarinda kini berbenah. Pusat perbelanjaan terbesar di Kota Tepian itu sedang menjalani tahap rehabilitasi besar-besaran pasca dua kali insiden kebakaran yang pernah terjadi.
Manajemen mal bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Samarinda. Fokus utama mereka adalah memperbaiki sistem proteksi kebakaran, agar insiden serupa tak terulang.
Kepala Dinas Damkar Samarinda, Hendra AH, mengungkapkan, proses perbaikan sudah berjalan. Meski ada beberapa catatan, ia menilai keseriusan pihak mall kali ini jauh lebih baik.
“Big Mall kini lebih serius dalam menangani aspek keselamatan. Peralatan proteksi kebakaran juga sudah lebih baik dibanding sebelumnya,” ujarnya.
Hendra menjelaskan, masalah utama sebelumnya adalah pompa diesel. Komponen vital dalam sistem sprinkler ini sempat mengalami gangguan sehingga proteksi kebakaran tidak bekerja maksimal.
Menurutnya, sebuah gedung wajib memiliki tiga jenis pompa: pompa joki, pompa elektrik, dan pompa diesel. Ketiganya berfungsi berlapis.
“Kalau sprinkler bocor, pompa joki aktif. Lalu dibantu pompa elektrik, baru pompa diesel. Tapi pada kejadian lalu, pompa diesel macet,” jelasnya.
Plt Kabid Pencegahan Damkar Samarinda, Zakky Anshari, menambahkan hasil pemeriksaan terakhir pada 1 September 2025 menunjukkan kemajuan nyata.
“Big Mall sudah memperbaiki sistem sprinkler yang dulu banyak bocor. Sekarang pipa sedang diuji hidrostatis. Pipa hidran yang rusak akibat kebakaran di lantai UG juga sedang diperbaiki,” kata Zakky.
Namun, ia mengingatkan, masih ada pekerjaan rumah. Sistem deteksi kebakaran harus diperbarui total.
“Mereka berencana mengganti semua detektor dengan yang baru serta memperbarui sistem kontrol alarm kebakaran,” tambahnya.
Tak hanya soal pompa dan sprinkler, Damkar juga memberikan rekomendasi tambahan. Antara lain pemasangan kipas penekan asap di seluruh tangga darurat.
Pompa diesel sendiri, kata Zakky, masih belum bisa dioperasikan karena kerusakan. Namun konsultan teknis sudah dipanggil untuk memperbaikinya.
Tim Damkar juga menemukan beberapa sprinkler tertutup plafon baru. Untungnya, pihak pengelola langsung melakukan penyesuaian.
Selain itu, APAR (Alat Pemadam Api Ringan) diwajibkan ada di setiap tenant. Manajemen mall juga diminta menyiapkan personel terlatih dalam penanganan awal kebakaran.
Zakky menegaskan, Damkar akan terus mengawasi jalannya rehabilitasi. Tujuannya agar perbaikan berjalan lancar dan standar keselamatan benar-benar terpenuhi.
“Kami akan terus mengawal proses ini dengan anggaran yang sudah disiapkan. Harapannya, rehabilitasi Big Mall bisa selesai dengan aman,” tegasnya. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















