Menuju Belajar Tatap Muka, Ribuan Guru Balikpapan Divaksin Covid-19, Nasib Bontang?

Salah satu guru divaksin sebagai persiapan Pelajaran Tatap Muka.

PRANALA.CO – Ribuan tenaga pengajar di Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) memperoleh prioritas pemberian vaksinasi Covid-19. Vaksinasi para guru jelang pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) pada bulan Juli nanti di Balikpapan.

Pada hari ini sudah ditargetkan vaksinasi bagi 2 ribu tenaga pendidik di Rumah Sakit Hardjanto (RS Tentara) dan RS Bhayangkara Balikpapan. Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi memantau langsung vaksinasi jelang pembukaan tahun ajaran baru nanti.

“Kita akan lihat semuanya. Sesuai sekolahnya juga, apa semua akan memberlakukan (PTM). Kita susun SOP bersama Dinas Pendidikan,” ungkapnya saat meninjau pelaksanaan vaksin.

Proses belajar tatap muka di Balikpapan tentunya sesuai protokol kesehatan pandemik Covid-19. Kapasitas daya tampung kelas disesuaikan dengan batas minimal interaksi masing-masing siswa. “Yang akan dipakai 50 persen saja (kapasitas kelas),” katanya.

Sementara ini sebanyak  2.700 guru Balikpapan telah memperoleh vaksinasi di mana 4.300 guru lain masih menunggu giliran. Pemerintah daerah memang hanya menyasar para guru mengingat vaksinasi Covid-19 diperuntukkan mereka berusia 18 tahun ke atas.

Sebanyak 2 ribu dosis ini berasal dari vaksin yang tiba beberapa waktu lalu. Di antaranya termasuk buffer stok Dinas Kesehatan Kaltim. “Provinsi memang selalu ada cadangan, itu kita minta,” kata Rizal.

Dalam pelaksanaan sekolah tatap muka, memang guru harus sudah divaksin. Sementara bila guru masih belum menjalani vaksinasi sekolah masih dilakukan secara daring.

“Vaksin terbatas. Sehingga ini kita sasar untuk guru berusia di atas 50 tahun dulu. Ini semoga 2 ribu bisa terlaksana hari ini,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan Muhaimin menambahkan, rincian penerima vaksin tenaga pendidik ini, 1.850 di antaranya guru dari Disdikbud, 100 guru dari Kementerian Agama (Kemenag), dan 50 dosen.

Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) ini, sesuai arahan Kemendikbud dilaksanakan di tahun ajaran baru yang dimulai pada Juli 2021. Salah satu yang jadi prioritas penerima vaksin sebelum pelaksanaannya adalah, seluruh guru dan tenaga kependidikan.

“Sehingga kami Disdikbud Balikpapan mengusulkan ke Satgas Covid-19 agar vaksin guru dan tenaga pendidikan jadi prioritas. Sebelumnya 750 guru kan sudah terlebih dahulu divaksin,” katanya.

Itulah mengapa begitu vaksin datang lagi, tenaga pendidikan kembali mendapat jatah 2.000 dosis. Ini, lanjutnya, adalah bagian dari upaya mempersiapkan PTM.

Keseluruhan tenaga pengajar ini mencakup negeri maupun swasta. Pelaksanaan vaksinasi berjalan masih cukup panjang hingga bulan Juli nanti. Dalam jangka waktu tersebut vaksin dilakukan secara bertahap.

Usulan dari Disdikbud Kota mencapai 7.212 guru, itu artinya yang berjalan sekarang sudah 35 persen. “Kita masih memiliki waktu cukup panjang, semoga kalau vaksin ada lagi dari satgas dan kembali memperoleh prioritas untuk guru dan tenaga kependidikan,” tuturnya.

Pihaknya berharap hingga jelang pelaksanaan PTM, tenaga pendidik yang di vaksin bisa mencapai 75 persen. Guru-guru ini mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA.

Sedangkan untuk guru TK dan PAUD masih dalam persiapan. “Nanti kalau datanya sudah ada juga akan kami usulkan untuk PAUD dan TK,” ujarnya.

Meski sudah sempat dilakukan simulasi pembelajaran tatap muka, diakuinya di kota Balikpapan belum ada pelaksanaan PTM. Karena pelaksanaannya juga dianggap tak maksimal jelang ujian dan memasuki bulan Ramadan.

“Berbenturan dengan Ramadan maupun ujian juga. Jadi memang kita prioritas persiapkan bulan Juli saja,” katanya.

Dirinya pun turut mendampingi peninjauan pemberian vaksin bagi tenaga pendidik di dua lokasi, yakni RS Bhayangkara dan RS Tentara.

“Tapi keseluruhan total ada 36 lokasi vaksin, yang sudah diatur oleh Dinas Kesehatan,” katanya. Antara lain adalah fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas.

Pembelajaran tatap muka yang rencananya mulai dilaksanakan Juli ini sebenarnya sudah mulai dipersiapkan sejak tahun lalu. Antara lain terkait protokol kesehatan, baik oleh pihak sekolah maupun orang tua.

“Karena peserta didik belum bisa divaksin, usianya kan minimal 18 tahun. Makanya yang bisa dilakukan adalah menerapkan peraturan kesehatan. Sementara ini yang dimaksud adalah guru dan tenaga kependidikan termasuk tata usaha, penjaga sekolah, dan yang lainnya semua kita usulkan,” sebutnya.

Sebenarnya sekolah sekolah pun sudah mempersiapkan pelaksanaan protokol kesehatan, seperti sedia thermogunhand sanitizer, dan tempat mencuci tangan.

Ruangan kelas pun disiapkan untuk menampung 50 persen dari kapasitas. “Kita bertahap sampai pandemik ini dinyatakan benar-benar aman baru bisa kembali 100 persen kapasitas,” jelas Muhaimin.

Nantinya siswa yang masuk adalah 50 persen dari daya tampung. Misalnya kegiatan belajar mengajar Senin sampai Sabtu, lalu diatur Senin dan Selasa untuk kelas I dan II, Rabu dan Kamis untuk kelas III dan IV, dan seterusnya.

“Jadi kita menggunakan sistem blended learning atau campuran antara pembelajaran tatap muka dan daring,” tandasnya.

Kapan Guru di Bontang Divaksin?

Kondisi berbeda terjadi di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah Kota Bontang berpotensi terhambat. Musababnya, pemberian vaksin kepada tenaga pendidik seperti guru belum juga terlaksana.

Salah satu syarat yang harus dipenuhi agar PTM dapat digelar, para guru wajib mendapatkan vaksin. Hal ini sesuai instruksi Kementerian Pendidikan RI terkait kebijakan penerapan PTM dapat digelar kembali pada Juni 2021 mendatang.

Pemkot Bontang sendiri telah mengusulkan 2.280 vaksin kepada pemerintah pusat. Ribuan vaksin ini dikhususkan untuk guru dan tenaga pengajar di sejumlah tingkat penyelenggara pendidikan.

Juru bicara Satgas Covid-19 Bontang Adi Permana menyebutkan, tenaga pendidik dipastikan akan tetap menerima suntikan vaksin di tahapan kedua. Namun, karena jatah vaksin yang didistribusikan dari pemerintah pusat datang secara berkala dan tidak bisa  menjangkau keseluruhan kelompok secara bersamaan.

Seperti dua pengiriman vaksin sebelumnya yang hanya berjumlah 230 vial dan 190 vial. Setiap satu vial, bisa digunakan untuk  8 hingga 10 orang penerima.

“Jatah vaksin yang diterima daerah datangnya berkala, jadi tidak bisa bersamaan. Tapi kami pastikan tenaga pendidik masuk di tahapan kedua ini,” ujar Adi Permana, Jumat (19/03/2021) siang.

Adi berujar, satgas Covid-19 Bontang mendukung penuh PTM  dilaksanakan pada bulan Juni tersebut, mengingat pandemi akhir-akhir ini sudah melandai. Namun, dia mengingatkan agar tetap waspada karena pandemi belum bisa diprediksi kondisinya.

“Pandemi kan di Bontang sudah melandai, itu juga salah satu syarat PTM. Tapi kita tidak bisa prediksi bagaimana ke depannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adi mengungkapkan wacana pemberlakuan PTM, masih belum pernah dibahas bersama Dinas Pendidikan Kota Bontang secara resmi. Wacana tersebut, selama ini dikatakannya hanya dibahas secara lisan dan belum ada permintaan resmi dari Disdik Bontang.

“Kami sepenuhnya dukung. Jika ada permintaan resmi pasti akan kami keluarkan rekomendasi untuk PTM, tapi harus memenuhi semua syarat,” pungkasnya.

 

[dn|sa]

More Stories
Bapenda Bontang Berencana Tambah 19 Space Reklame